Tranformasi Dimsum, Kuliner Urban Yang Modern Dan Fleksibel
- 24 Apr 2025 14:19 WIB
- Medan
KBRN, Medan: Dimsum, kudapan khas Tiongkok yang dahulu identik dengan tradisi oriental, kini menjelma menjadi simbol gaya hidup urban di kalangan anak muda Indonesia. Lebih dari sekadar makanan, dimsum kini tampil sebagai tren kuliner yang merepresentasikan pengalaman, eksplorasi rasa, dan eksistensi sosial.
Makanan mungil yang biasanya disajikan dalam kukusan bambu ini kini mudah dijumpai di berbagai tempat: mulai dari restoran oriental, kafe kekinian, food court mal, hingga warung daring milik pelaku UMKM. Bahkan, tak sedikit yang menjadikannya sebagai bisnis rumahan lewat produk beku (frozen dimsum) yang praktis dan laris di pasaran.
“Sama seperti toko ponsel, meskipun dealernya banyak, tetap saja ada peminatnya. Dimsum pun begitu. Penjualnya menjamur, tapi pembelinya juga tidak pernah sepi,” ujar Ratna, seorang pedagang dimsum rumahan, Kamis (24/4/2025).
Fenomena ini menunjukkan bahwa kuliner masa kini bukan hanya soal rasa, melainkan soal estetika dan gaya hidup. Tampilan dimsum yang cantik, estetik, dan penuh warna menjadi daya tarik tersendiri di era digital, di mana unggahan Instagram dan video TikTok punya pengaruh besar dalam membentuk selera publik. Tagar seperti #DimsumLovers dan #DimsumTime menjadi bukti bahwa makanan pun kini ikut 'bermain' dalam lanskap media sosial.
Inovasi rasa juga menjadi faktor utama dalam melesatnya popularitas dimsum. Kini, anak muda tak hanya mengenal siomay ayam atau hakau udang. Varian seperti dimsum keju, sambal matah, rendang, hingga cokelat menjadi primadona baru yang memadukan rasa tradisional dengan sentuhan lokal dan modern.
“Gak pernah bosan makan dimsum, mau berapa pun tetap aja doyan,” kata Akhsar, seorang mahasiswa yang mengaku hampir setiap hari menyantap dimsum, baik di kampus maupun saat nongkrong bersama teman.
Melihat tren ini, banyak pelaku usaha kuliner menghadirkan konsep dimsum café dengan desain yang cozy, harga ramah di kantong, dan menu variatif yang menggoda. Tak hanya menjadi tempat makan, café-café ini kini menjadi ruang sosial baru bagi anak muda yang ingin menikmati makanan sekaligus berbagi momen di media sosial.
Fenomena dimsum di kalangan generasi muda ini menjadi potret bagaimana makanan bisa berkembang menjadi bagian dari identitas budaya baru, modern, fleksibel, dan terbuka terhadap inovasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....