Efek Negatif Olahraga Angkat Beban Berat bagi Kesehatan

  • 30 Sep 2026 22:13 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan: Olahraga angkat beban bisa menjadi pilihan efektif untuk menambah massa otot. Meski begitu, latihan angkat beban memiliki risiko yang perlu Anda waspadai.

Risiko cedera saat latihan angkat beban berat umumnya meningkat ketika latihan dilakukan tanpa pengawasan pelatih atau instruktur.

Hal ini bisa terjadi karena faktor kesalahan dalam posisi tubuh ketika mengangkat beban atau mengangkat beban yang terlalu berat.

Berikut ini beberapa bahaya latihan angkat beban berat yang perlu Anda ketahui.

1. Cedera otot

Cedera otot adalah salah satu risiko umum yang perlu Anda waspadai saat latihan angkat beban berat.

Menurut studi dalam jurnal Cureus, bagian tubuh yang paling banyak mengalami cedera ketika melakukan latihan angkat beban adalah bahu, lutut, dan lengan.

Cedera umumnya terjadi karena posisi tubuh yang tidak tepat ketika mengangkat beban. Selain itu, gerakan tiba-tiba atau beban terlalu berat bisa menimbulkan robekan pada otot.

Cedera biasanya terjadi pada latihan yang menggunakan beban yang berat dan memberi tekanan berlebih pada otot, seperti squat, deadlift, atau power cleans. Maka dari itu, penting untuk berlatih secara perlahan sesuai dengan kemampuan tubuh Anda.

2. Gangguan tulang

Tekanan berulang kali dan berlebihan pada tulang selama latihan angkat beban bisa menyebabkan retak tulang atau fraktur stres, bahkan hingga patah tulang.

Selain itu, Anda mungkin mengalami dislokasi bahu atau kondisi lepasnya sendi bola pada lengan atas dari soket bahu. Latihan bench press dengan beban berlebihan umumnya sering menyebabkan kondisi ini.

Risiko bisa makin meningkat jika Anda memiliki kondisi, seperti tulang rapuh (osteoporosis), kekurangan vitamin D dan kalsium, atau pernah patah tulang sebelumnya.

Jika memiliki kondisi tersebut, konsultasikan kepada dokter Anda sebelum berlatih angkat beban.

3. Hernia

Salah satu efek angkat beban berat yang perlu Anda perhatikan adalah risiko terkena turun berok atau dalam istilah medis dikenal sebagai hernia.

Hernia adalah kondisi ketika organ dalam tubuh menonjol melalui dinding otot atau jaringan di sekitarnya.

Namun, mengutip Cleveland Clinic, penyebab hernia bukan sekadar mengangkat beban. Kombinasi faktor lain, seperti kelemahan dinding perut dekat pusar dan selakangan sejak lahir, juga bisa meningkatkan risikonya.

Hernia tidak bisa hilang dengan sendirinya dan perlu penanganan dari dokter untuk mencegah komplikasi berbahaya.

4. Sakit punggung

Sakit punggung termasuk salah satu efek yang mungkin Anda rasakan ketika melakukan latihan angkat beban.

Studi dalam jurnal Cureus mengungkapkan bahwa nyeri punggung bawah merupakan salah keluhan yang umum dialami saat latihan angkat beban. Rasa nyeri bisa muncul selama latihan atau setelahnya.

Kondisi ini biasanya terjadi karena teknik angkat beban yang salah dan menekan area tulang belakang sehingga menimbulkan rasa nyeri.

Tak hanya itu, mengangkat beban yang berlebihan juga diduga menjadi faktor pemicu sakit punggung.

5. Pembuluh arteri jantung robek

Latihan angkat beban yang terlalu berat berisiko memicu diseksi arteri koroner spontan (SCAD), yaitu kerobekan spontan pada dinding pembuluh darah arteri koroner.

Risiko ini muncul karena angkat beban berlebihan dapat menyebabkan lonjakan tekanan darah secara mendadak.

Kondisi tersebut dapat memberikan tekanan berlebih pada dinding arteri dan memicu kerusakan pada pembuluh darah.Akan tetapi, efek latihan angkat beban berat ini mungkin cukup jarang terjadi.

Beberapa gejala yang mungkin muncul seperti nyeri dada, kesulitan bernapas, peningkatan detak jantung, berkeringat, dan kelemasan tanpa sebab.

Pembuluh arteri jantung robek bisa berisiko kematian sehingga kondisi ini memerlukan penanganan segera melalui akses kegawatdaruratan pada pelayanan kesehatan terdekat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....