Gak Harus ke Gym, Kenalan dengan Kalistenik yang Pakai Berat Badan Sendiri
- 29 Sep 2026 23:44 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Ingin mulai olahraga tetapi tidak punya alat atau belum siap pergi ke gym? Kalistenik bisa menjadi salah satu pilihan. Olahraga ini memanfaatkan berat badan sendiri sebagai beban, sehingga sejumlah gerakannya dapat dilakukan di rumah tanpa membutuhkan peralatan mahal.
Kalistenik juga cukup fleksibel karena intensitas latihan dapat disesuaikan dengan kemampuan tubuh. Gerakan seperti squat, push-up, plank, dan lunges menjadi beberapa latihan dasar yang bisa dilakukan pemula untuk melatih kekuatan, keseimbangan, dan kontrol tubuh.
Dikutip dari Alodokter, kalistenik merupakan latihan yang menggunakan berat tubuh sebagai resistensi utama. Selain praktis, latihan ini dapat membantu meningkatkan kekuatan dan daya tahan tubuh serta mendukung fleksibilitas dan postur.
Kenalan dengan gerakan dasar kalistenik
Bagi yang baru ingin mencoba, tidak perlu langsung melakukan gerakan yang sulit. Beberapa latihan dasar berikut bisa menjadi awal untuk mengenal kalistenik.
1. Push-up
Push-up merupakan gerakan yang banyak digunakan dalam latihan kalistenik. Gerakan ini melibatkan otot dada, bahu, lengan, dan bagian inti tubuh.
Bagi pemula, gerakan dapat dimodifikasi sesuai kemampuan. Yang terpenting adalah menjaga posisi tubuh dan melakukan gerakan secara terkontrol.
2. Squat
S quat atau gerakan jongkok berdiri dapat membantu melatih tubuh bagian bawah, terutama paha dan bokong. Gerakan ini juga melibatkan otot inti untuk membantu menjaga kestabilan tubuh.
Latihan dapat dimulai dengan jumlah repetisi yang ringan, kemudian ditingkatkan secara bertahap setelah tubuh mulai terbiasa.
3. Plank
Berbeda dengan push-up atau squat, plank dilakukan dengan mempertahankan posisi tubuh dalam waktu tertentu. Latihan ini menargetkan otot inti dan membantu melatih stabilitas tubuh.
Pastikan posisi tubuh tetap terkontrol dan tidak memaksakan durasi terlalu lama jika baru mulai berlatih.
4. Lunges
Lunges dilakukan dengan melangkahkan satu kaki ke depan, kemudian menurunkan tubuh secara terkontrol sebelum kembali ke posisi awal.
Gerakan ini dapat melatih kekuatan dan keseimbangan tubuh bagian bawah, termasuk paha dan bokong.
5. Pull-up
Bagi yang sudah lebih terbiasa berolahraga, pull-up dapat menjadi pilihan untuk melatih punggung, bahu, dan lengan. Namun, gerakan ini membutuhkan palang dan kekuatan tubuh bagian atas yang cukup.
Pemula dapat memulainya secara bertahap dengan bantuan alat atau variasi latihan yang lebih ringan.
Mulai perlahan dan utamakan teknik
Meski terlihat sederhana, kalistenik tetap perlu dilakukan dengan teknik yang tepat. Pemula sebaiknya menguasai gerakan dasar terlebih dahulu sebelum meningkatkan jumlah repetisi atau mencoba variasi yang lebih sulit.
Pemanasan sebelum latihan dan pendinginan setelahnya juga penting untuk membantu tubuh beradaptasi dengan aktivitas fisik. Berikan waktu istirahat yang cukup di antara sesi latihan agar tubuh memiliki kesempatan untuk pulih.
Selain itu, jangan memaksakan diri hanya demi mengejar jumlah repetisi. Jika muncul rasa sakit yang tidak biasa atau tubuh terasa terlalu lelah, latihan sebaiknya dihentikan dan dievaluasi kembali.
Kalistenik pada akhirnya menawarkan cara sederhana untuk tetap aktif tanpa harus bergantung pada fasilitas gym. Dengan gerakan dasar, latihan yang dilakukan secara bertahap, serta konsistensi, aktivitas ini bisa menjadi bagian dari rutinitas kebugaran sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....