Bahaya Dot Bayi Jarang Diganti, Ahli Minta Segera Diperbarui!

  • 30 Agt 2026 12:23 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Penggunaan dot atau dot bayi (bottle nipples) merupakan bagian tak terpisahkan dari keseharian tumbuh kembang si kecil. Namun, banyak orang tua yang kurang menyadari bahwa dot memiliki masa pakai yang sangat terbatas. Para ahli kesehatan memperingatkan bahwa penggunaan dot yang tidak diganti secara berkala dapat menyimpan bahaya tersembunyi, mulai dari pertumbuhan bakteri hingga risiko tersedak pada bayi.

Secara umum, para pakar kesehatan anak merekomendasikan agar dot bayi diganti secara rutin setiap dua hingga tiga bulan sekali. Bahan dot yang umumnya terbuat dari silikon atau lateks lambat laun akan mengalami penurunan kualitas akibat gesekan saat bayi menyusu, proses pencucian, hingga paparan suhu tinggi saat sterilisasi. Jika dibiarkan terlalu lama, struktur materialnya akan melemah dan membahayakan keselamatan bayi.

Dokter anak dan spesialis perkembangan anak asal Amerika Serikat, dr. Elizabeth R. Smith, MD dari University of Utah Health, menyoroti bahaya kerusakan fisik pada dot. "Dot yang sudah terpakai lama bisa menipis, pecah, atau robek. Serpihan kecil silikon yang terlepas berisiko tinggi tertelan dan menyebabkan anak tersedak. Selain itu, pori-pori karet yang retak menjadi tempat bersembunyinya mikroorganisme berbahaya meskipun sudah disterilkan," ungkapnya.

Selain faktor durasi pemakaian, orang tua mengimbau untuk selalu memeriksa kondisi fisik dot setiap hari. Beberapa tanda utama dot harus segera dibuang antara lain perubahan warna, tekstur yang menjadi lengket atau melar, aliran cairan yang terlalu deras karena lubang membesar, serta adanya retakan halus. Jika tanda-tanda ini muncul sebelum masa dua bulan, dot tetap harus segera diganti.

Penggantian dot secara berkala juga disesuaikan dengan tahap perkembangan fisik anak. Seiring bertambahnya usia, refleks hisap bayi menjadi lebih kuat dan kebutuhan volume susunya meningkat. Menggunakan dot dengan laju aliran (flow) yang tidak sesuai dengan usianya dapat membuat bayi mudah lelah saat menyusu atau justru tersedak karena cairan mengalir terlalu cepat.

Melalui perawatan yang tepat seperti mencuci dengan sabun khusus peralatan bayi, mengeringkannya hingga tuntas, dan menggantinya secara tepat waktu orang tua dapat memastikan kenyamanan serta kesehatan si kecil tetap terjaga. Kedisiplinan menjaga kebersihan peralatan medis dan tumbuh kembang anak adalah investasi dasar bagi masa depan kesehatan buah hati.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....