Angka di Smartwatch Bisa Bicara Banyak, Apa Itu Resting Heart Rate?

  • 29 Agt 2026 19:53 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Smartwatch kini tidak hanya digunakan untuk menghitung langkah atau memantau aktivitas olahraga. Salah satu fitur yang sering muncul adalah heart rate atau detak jantung, termasuk resting heart rate (RHR), yakni jumlah detak jantung ketika tubuh berada dalam kondisi beristirahat. Dikutip dari IDN Times, angka ini dapat menjadi salah satu indikator untuk memantau perubahan kondisi tubuh dan kebugaran dari waktu ke waktu.

1. Apa Itu Resting Heart Rate?

Resting heart rate atau RHR adalah jumlah detak jantung per menit ketika seseorang berada dalam kondisi tenang dan tidak melakukan aktivitas fisik. Sederhananya, angka ini menunjukkan seberapa cepat jantung berdetak saat tubuh tidak membutuhkan banyak energi.

Nilai RHR setiap orang dapat berbeda. Usia, tingkat kebugaran, kondisi emosional, konsumsi kafein, obat-obatan tertentu, hingga kondisi kesehatan dapat memengaruhi angka detak jantung saat beristirahat. Karena itu, RHR lebih bermanfaat jika diamati sebagai pola atau perubahan dari waktu ke waktu, bukan hanya berdasarkan satu kali pengukuran.

2. Berapa Resting Heart Rate yang Normal?

Pada orang dewasa, detak jantung saat beristirahat umumnya berada dalam kisaran 60 - 100 denyut per menit atau beats per minute (bpm). Namun, angka tersebut dapat berbeda pada setiap individu.

Orang yang rutin berolahraga atau memiliki tingkat kebugaran fisik yang baik dapat memiliki RHR di bawah 60 bpm. Atlet terlatih, misalnya, dapat memiliki detak jantung istirahat sekitar 40–50 bpm tanpa selalu menunjukkan adanya masalah kesehatan.

Sebaliknya, RHR yang secara konsisten berada di atas 100 bpm saat beristirahat atau terlalu rendah dan disertai keluhan seperti pusing, lemas, atau kepala terasa ringan perlu menjadi perhatian. Kondisi tersebut sebaiknya dikonsultasikan kepada tenaga medis untuk mengetahui penyebabnya.

3. Cara Mengukur Resting Heart Rate Secara Manual

Pengukuran RHR sebaiknya dilakukan ketika tubuh benar-benar dalam kondisi tenang. Waktu yang ideal adalah pagi hari setelah bangun tidur sebelum beraktivitas.

Berikut cara sederhana mengukur resting heart rate:

1. Temukan denyut nadi

Letakkan jari telunjuk dan jari tengah di bagian dalam pergelangan tangan, tepat di bawah ibu jari. Denyut juga dapat dirasakan pada bagian samping leher.

2. Hitung denyut selama 30 detik

Gunakan timer untuk menghitung jumlah denyut nadi yang terasa selama 30 detik.

3. Kalikan hasilnya dengan dua

Jumlah denyut selama 30 detik dikalikan dua untuk mendapatkan jumlah detak jantung per menit atau bpm.

4. Ulangi pengukuran

Lakukan pengukuran satu hingga dua kali untuk melihat apakah hasilnya relatif konsisten.

Memantau resting heart rate dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk lebih mengenal kondisi tubuh. Meski demikian, angka yang muncul di smartwatch maupun hasil pengukuran manual tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya dasar untuk menilai kesehatan jantung. Jika terjadi perubahan yang konsisten atau muncul keluhan tertentu, pemeriksaan lebih lanjut kepada tenaga kesehatan dapat menjadi langkah yang tepat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....