Pemko Tebing Tinggi Targetkan Zero Stunting

  • 29 Agt 2026 12:15 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan – Pemerintah Kota Tebing Tinggi menargetkan penurunan kasus stunting hingga mencapai zero stunting. Penguatan intervensi dan kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu strategi untuk mengejar target tersebut.

Wali Kota Tebing Tinggi, Iman Irdian Saragih menyampaikan komitmen tersebut usai menghadiri Rapat Koordinasi Teknis dan Advokasi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Regional Sumatera di Hotel Grand Mercure, Medan, pada Kamis, 27 Agustus 2026.

“Pemerintah Kota Tebing Tinggi terus semangat melakukan penanganan anak-anak yang berisiko stunting. Mudah-mudahan tahun ini angka stunting menurun, dan target kita adalah zero stunting,” katanya.

Rakor yang digelar Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama Sekretariat Wakil Presiden tersebut membahas penguatan intervensi terhadap kelompok prioritas. Sasaran meliputi remaja, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita usia 0–59 bulan.

Forum juga membahas integrasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD. Selain itu, dibahas kebijakan insentif fiskal serta penyusunan rencana tindak lanjut percepatan penurunan stunting.

Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Peningkatan Kesejahteraan dan Pembangunan SDM Setwapres, Eddy Cahyono Sugiharto mengatakan prevalensi stunting nasional telah turun dari 30,8 persen menjadi 19,8 persen. Namun, berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting Sumatera Utara masih berada di angka 22 persen.

“Karena itu, program pencegahan dan percepatan penurunan stunting dinilai perlu terus dilanjutkan untuk memastikan anak-anak Indonesia dapat tumbuh sehat dan berkembang secara optimal,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya menekankan penanganan stunting tidak dapat dilakukan pemerintah maupun sektor kesehatan sendiri. Keterlibatan berbagai pihak dibutuhkan agar intervensi berjalan secara berkelanjutan.

“Dibutuhkan kerja bersama yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, dunia usaha, akademisi, organisasi masyarakat, hingga keluarga sebagai garda terdepan,” katanya.

Pemko Tebing Tinggi berharap hasil rakor dapat memperkuat koordinasi antarsektor dan meningkatkan ketepatan intervensi terhadap kelompok berisiko stunting.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....