Bukan Hanya Lansia, Anak dan Remaja juga Perlu Waspadai Penyakit Ginjal

  • 28 Agt 2026 10:51 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Penyakit ginjal selama ini kerap dikaitkan dengan usia lanjut. Namun, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Gangguan ginjal dapat dialami berbagai kelompok usia, termasuk anak-anak dan remaja.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Dr. dr. Riri Andri Muzasti, M.Ked(PD), Sp.PD, K-G.H, FINASIM, menjelaskan, pada anak-anak, gangguan ginjal dapat disebabkan oleh kelainan bawaan atau kondisi kongenital. Salah satu tanda yang perlu diperhatikan adalah kebiasaan mengompol pada anak yang sudah berusia delapan hingga sembilan tahun.

“Kalau udah 8 tahun, 9 tahun, masih ngompol, nah kemungkinan dia mengalami kelainan kongenital,” ujar Dr. Riri.

Sementara pada remaja, pola hidup menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Dr. Riri menyebut konsumsi protein dalam jumlah besar, khususnya pada remaja yang melakukan aktivitas olahraga untuk membentuk otot, dapat menambah beban kerja ginjal.

“Untuk membentuk otot itu mereka mengkonsumsi protein itu loading dalam jumlah besar,” kata Dr. Riri.

Selain protein, konsumsi minuman berkalori tinggi, suplemen, hingga produk pemutih yang dikonsumsi secara berlebihan juga perlu diwaspadai. Menurut Dr. Riri, dampaknya tidak selalu muncul secara langsung, tetapi dapat terjadi akibat akumulasi zat yang terus masuk ke dalam tubuh.

Karena itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga pola hidup sejak usia dini. Menurutnya, kesehatan ginjal bukan hanya menjadi perhatian kelompok lansia, tetapi perlu dijaga mulai dari anak-anak, remaja, hingga dewasa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....