Wagub Sumut dan IAI Dorong Peran Apoteker Hadapi Tantangan Kesehatan

  • 07 Agt 2026 03:30 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan – Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, menilai profesi apoteker memiliki peran strategis dalam menghadapi berbagai tantangan kesehatan, mulai dari penyakit menular, resistensi antimikroba, hingga perkembangan teknologi kesehatan yang semakin pesat.

Pernyataan tersebut disampaikan saat mewakili Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, dalam membuka Kongres XXII dan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) 2026 di Hotel Santika Premiere Dyandra, Jalan Kapten Maulana Lubis, Medan, pada Kamis, 6 Agustus 2026.

Surya mengatakan tema "One Health, One Pharmacy, Synergy for National Resilience" mencerminkan pentingnya kolaborasi lintas profesi dalam menjaga ketahanan kesehatan nasional. Ia menilai apoteker tidak hanya berperan sebagai penyedia layanan kefarmasian, tetapi juga mitra pemerintah dalam meningkatkan edukasi masyarakat dan penggunaan obat yang rasional.

"Profesi apoteker memiliki peran yang semakin penting, bukan hanya sebagai penyedia pelayanan kefarmasian, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan kesehatan nasional," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat IAI, Lilik Yusuf Indrajaya, mengatakan tema yang diusung tahun ini menegaskan bahwa kesehatan manusia, kesehatan hewan, lingkungan, keamanan obat, pangan, hingga inovasi teknologi merupakan satu kesatuan yang saling berkaitan. Menurutnya, apoteker menjadi penghubung antara ilmu pengetahuan, pelayanan kesehatan, industri, regulator, dan masyarakat.

Lilik menyebut organisasi profesi juga terus berupaya meningkatkan kompetensi, kesejahteraan, serta perlindungan bagi anggotanya, sekaligus menghasilkan berbagai kajian akademik untuk mendukung kebijakan pemerintah di bidang kefarmasian.

"Mari jadikan Kongres dan PIT IAI 2026 sebagai momentum memperkuat persatuan profesi, meningkatkan kompetensi, memperluas kolaborasi, serta membangun sistem kefarmasian Indonesia yang semakin maju dan mendukung ketahanan kesehatan nasional," ujarnya.

Lilik berharap seluruh rangkaian kongres yang dilaksanakan pada 6-8 Agustus 2026 mampu menghasilkan inovasi dan rekomendasi yang dapat memperkuat pelayanan kesehatan sekaligus menjawab tantangan kefarmasian di masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....