Ibu Memberikan ASI Eksklusif untuk Tumbuh Kembang Bayi
- 03 Agt 2026 15:47 WIB
- Medan
RRI.Co.ID, Medan - Dialog Interaktif Aspirasi Sumut di Programa 1 LPP RRI Medan FM 94,3 MHz. Senin ( 3/8/2026 ) pagi, mengupas tuntas salah satu isu mendasar dalam kesehatan ibu dan anak, yaitu dalam tajuk "Pentingnya Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi". Diskusi interaktif ini menghadirkan dua pakar yang membedah topik ASI Eksklusif dari perspektif ilmu kesehatan masyarakat dan psikologi perkembangan, yaitu Dr. Siti Nurmawan Sinaga, S.K.M., M.Kes. (Ketua STIKes Mitra Husada Medan) dan Dr. Lodiana Ayu, M.Psi., Psikolog. (Dekan Fakultas Psikologi Universitas Potensi Utama Medan). Fokus utama dialog ini adalah memberikan pemahaman komprehensif mengenai manfaat Air Susu Ibu (ASI) selama enam bulan pertama kehidupan bayi tanpa tambahan makanan atau minuman lain, sekaligus membedah tantangan fisik dan emosional yang sering dihadapi oleh para ibu menyusui di era modern.
Dari perspektif kesehatan masyarakat, gizi, dan pencegahan stunting, Dr. Siti Nurmawan Sinaga, S.K.M., M.Kes. memaparkan bahwa ASI merupakan nutrisi terbaik dan tak tertandingi bagi bayi karena mengandung zat gizi lengkap, antibodi alami, dan enzim yang esensial untuk imunitas serta perkembangan organ tubuh bayi. Sebagai akademisi kesehatan dari STIKes Mitra Husada Medan, ia menekankan bahwa keberhasilan pemberian ASI eksklusif sangat menentukan kualitas tumbuh kembang anak jangka panjang, termasuk mencegah gangguan pertumbuhan seperti stunting dan penyakit infeksi pada balita. Ia mengimbau pentingnya pemahaman mengenai Inisiasi Menyusu Dini (IMD), perawatan payudara, serta asupan gizi seimbang bagi ibu menyusui agar produksi ASI tetap optimal.
Sementara itu, dari sudut pandang psikologi perkembangan dan kesehatan mental ibu, Dr. Lodiana Ayu, M.Psi., Psikolog menggarisbawahi bahwa proses menyusui bukan sekadar pemenuhan kebutuhan fisik bayi, melainkan momen krusial dalam membangun kelekatan emosional (bonding attachment) antara ibu dan anak. Sebagai Dekan Fakultas Psikologi Universitas Potensi Utama, ia menjelaskan bahwa kondisi emosional dan tingkat stres ibu (baby blues atau kecemasan) sangat memengaruhi refleks pengeluaran ASI (let-down reflex). Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya support system yang kuat, terutama dari suami dan keluarga terdekat, untuk memberikan rasa aman, nyaman, dan bantuan praktis bagi ibu agar proses menyusui dapat berjalan dengan bahagia dan tanpa beban mental.
Diakhir dialog narasumber menegaskan bahwa pemberian ASI eksklusif merupakan investasi berharga bagi masa depan generasi bangsa yang membutuhkan komitmen bersama. Penjelasan akademis dan teknis medis yang disampaikan oleh Dr. Siti Nurmawan ditopang secara selaras oleh pandangan psikologis dari Dr. Lodiana Ayu. Dengan adanya edukasi kesehatan yang berkelanjutan, pendampingan emosional yang hangat dari keluarga, serta dukungan fasilitas menyusui di tempat kerja dan publik, diharapkan kesadaran ibu di Sumatera Utara untuk memberikan ASI eksklusif dapat terus meningkat demi mewujudkan anak-anak yang sehat, cerdas, dan tangguh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....