Kasus Kanker Paru Bergeser ke Usia Muda, Kebiasaan Merokok Jadi Pemicu

  • 29 Jul 2026 22:39 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Kasus penyakit paru, termasuk kanker paru, kini tidak lagi didominasi oleh kelompok usia di atas 40 tahun. Dokter Spesialis Paru, dr. Lia Mutia Annisa, Sp.P, mengungkapkan saat ini pasien dengan penyakit paru berat mulai banyak ditemukan pada usia dewasa muda. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh kebiasaan merokok yang dimulai sejak usia remaja.

Menurut dr. Lia, pergeseran usia penderita penyakit paru terjadi karena semakin banyak remaja yang mulai merokok sejak usia 10 hingga 19 tahun. Akibatnya, paparan zat berbahaya dari rokok berlangsung lebih lama sehingga meningkatkan risiko munculnya penyakit kronis di usia yang lebih muda.

"Sekarang pasien-pasien udah banyak yang usia dewasa, padahal dulu pasien-pasien yang datang dengan masalah paru-paru yang berat, yang kronik, dan yang sampai ke kanker paru itu adalah usia-usia 40 tahun ke atas. Sekarang bergeser," kata dr. Lia.

Selain itu, dr. Lia juga menyoroti meningkatnya jumlah perokok remaja. Berdasarkan data WHO (World Health Oraganization) yang disampaikan, prevalensi penggunaan rokok pada remaja meningkat dari 7,9 persen menjadi 9,7 persen, menunjukkan kebiasaan merokok di kalangan usia muda masih menjadi tantangan serius.

Meski demikian, ia menegaskan berhenti merokok tetap memberikan manfaat bagi kesehatan, berapa pun usia seseorang. Semakin cepat seseorang menghentikan kebiasaan tersebut, semakin besar peluang untuk mencegah kerusakan paru yang lebih parah di kemudian hari.

"Belum ada kata terlambat. Semakin cepat kita mengambil keputusan untuk berhenti ngerokok ini, berarti kita sudah menyelamatkan paru-paru ini dari kerusakan yang lebih jauh," ujar dr. Lia

Dr. Lia mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak menganggap remeh kebiasaan merokok. Selain meningkatkan risiko penyakit paru dan kanker, paparan rokok dalam jangka panjang juga dapat menurunkan kualitas hidup dan memengaruhi kesehatan secara menyeluruh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....