Waspada Karbon Monoksida, Gas Tak Berwarna yang Dijuluki Silent Killer
- 26 Jul 2026 12:47 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Keracunan karbon monoksida (CO) masih menjadi ancaman serius yang perlu diwaspadai masyarakat. Gas hasil pembakaran tidak sempurna ini tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa sehingga kerap terhirup tanpa disadari. Kondisi tersebut dapat berujung pada gangguan organ vital hingga kematian apabila tidak segera ditangani.
Dokter Spesialis Paru, dr. Selfi Khairunnisa, M.Ked(Paru)., Sp.P menjelaskan, intoksikasi karbon monoksida merupakan kondisi keracunan akibat menghirup gas CO.
Menurutnya, karbon monoksida tidak menimbulkan iritasi saat terhirup sehingga banyak orang tidak menyadari sedang terpapar gas tersebut.
"Gas karbon monoksida ini tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa. Apabila terhirup tidak menyebabkan iritasi. Pada kondisi berbahaya sampai menyebabkan kematian, ini dapat kita sebut sebagai silent killer (pembunuh senyap)," ujar dr. Selfi pada Dialog Klinik Kesehatan Pro 1 Medan, Jumat, 24 Juli 2026.
Dokter Selfi mengatakan, karbon monoksida dihasilkan dari pembakaran tidak sempurna bahan yang mengandung karbon, seperti asap kendaraan bermotor, arang, batu bara, maupun kayu. Risiko keracunan meningkat apabila seseorang menghirup gas tersebut dalam kadar tinggi dan waktu yang lama.
"Siapa pun yang terhirup dalam jumlah lebih besar dan dengan paparan lebih lama, ini dapat mengancam nyawa dan menimbulkan bahaya bagi tubuh," katanya.
Ia mengimbau masyarakat untuk mengenali sumber karbon monoksida di lingkungan sekitar serta memastikan sirkulasi udara tetap baik agar risiko paparan gas berbahaya tersebut dapat diminimalkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....