Tepache: Minuman Prebiotik dari Kulit Nanas yang Lagi Hits

  • 23 Jul 2026 18:53 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Tren minuman kesehatan dan gaya hidup zero waste, ada satu minuman tradisional dari Meksiko yang sedang naik daun, Tepache.

Tepache adalah minuman fermentasi ringan yang berasal dari negara bagian Veracruz, Meksiko. Berbeda dengan kombucha yang menggunakan teh sebagai basisnya, tepache menggunakan kulit dan bonggol nanas sebagai bahan utama.

Rasa tepache unik merupakan perpaduan antara manisnya gula aren, asam segar dari nanas, dan sensasi soda alami hasil fermentasi. Sering kali, minuman ini diberi sentuhan rempah seperti kayu manis, cengkeh, atau jahe untuk memberikan kedalaman rasa yang hangat.

Minuman berwarna kuning keemasan ini bukan sekadar penyegar dahaga. Tepache adalah bukti nyata bahwa limbah dapur—khususnya kulit nanas—bisa diubah menjadi sesuatu yang bernilai tinggi, menyehatkan, dan lezat.

Keajaiban tepache terletak pada proses pembuatannya yang sangat sederhana namun ilmiah. Kulit nanas yang tidak dicuci terlalu bersih masih menyimpan ragi liar (wild yeast) dan bakteri baik di permukaannya.

Ketika kulit nanas direndam dalam air dan gula (tradisionalnya menggunakan piloncillo atau gula aren mentah), ragi tersebut "bangun" dan mulai memakan gula. Proses ini menghasilkan,

  1. Karbon Dioksida yang membuat minuman menjadi bersoda alami.
  2. Asam Laktat & Asetat yang memberikan rasa segar dan bertindak sebagai pengawet alami.
  3. Probiotik yaitu bakteri baik yang sangat bermanfaat bagi usus.
  4. Selain rasanya yang menyegarkan, tepache menawarkan sejumlah manfaat kesehatan:
  5. Kaya Probiotik sama seperti yogurt atau kimchi, tepache mendukung mikrobioma usus yang sehat, yang berkaitan langsung dengan sistem imun dan kesehatan mental.
  6. Enzim Bromelain, nanas mengandung enzim bromelain yang membantu memecah protein, sehingga sangat baik diminum setelah makan berat untuk mencegah kembung.
  7. Hidrasi & Elektrolit, kandungan air dan mineral dari nanas serta gula aren membuatnya menjadi alternatif isotonik alami.
  8. Ramah Lingkungan, dengan memanfaatkan kulit nanas yang biasanya dibuang, anda turut mengurangi sampah organik rumah tangga.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....