Kadinkes Sumut Optimistis Integrasi CKG Percepat Penemuan Kasus TB

  • 22 Jul 2026 09:30 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, Faisal Hasrimy, menyebut integrasi skrining tuberkulosis (TB) dengan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi strategi utama untuk meningkatkan penemuan kasus TB di Sumatera Utara.

Hal itu disampaikannya saat memaparkan perkembangan penanggulangan TB di hadapan Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin Paulus Octavianus, Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus, serta jajaran Pemerintah Kota Medan pada Selasa, 21 Juli 2026.

Faisal mengatakan, hingga 17 Juli 2026, Sumatera Utara ditargetkan menemukan dan menangani 74.308 kasus TB. Namun realisasi penemuan kasus baru mencapai sekitar 26 ribu kasus atau 35 persen dari target.

"Kami akui angka ini masih cukup rendah dan menjadi tantangan besar bagi Sumatera Utara. Salah satu kendala yang selama ini dihadapi adalah pembiayaan kegiatan penemuan kasus di lapangan," ujarnya.

Faisal mengatakan capaian penemuan kasus sebelumnya cukup tinggi karena didukung pendanaan Global Fund. Setelah dukungan tersebut berakhir, kegiatan penemuan kasus ikut terdampak akibat terbatasnya dukungan operasional bagi kader dan tenaga kesehatan.

Karena itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengapresiasi dukungan pemerintah pusat yang mengalokasikan dana swakelola untuk pelaksanaan pelacakan kontak (tracing) TB di seluruh kabupaten dan kota.

"Dukungan anggaran ini menjadi penyemangat bagi kader dan tenaga kesehatan sebagai garda terdepan untuk menemukan masyarakat yang terindikasi TB," katanya.

Faisal menjelaskan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara kini mengintegrasikan skrining TB dengan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto.

"Program CKG menjadi pintu gerbang untuk skrining TB. Dari pemeriksaan kesehatan gratis itu masyarakat dapat dideteksi lebih awal sehingga apabila ditemukan indikasi TB dapat segera dilakukan pemeriksaan lanjutan dan pengobatan," ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah pusat mengalokasikan sekitar Rp29 miliar untuk mendukung kegiatan tracing TB di Sumatera Utara. Dana tersebut digunakan untuk skrining aktif, insentif kader kesehatan, pelatihan, hingga penggunaan portable X-ray dalam penemuan kasus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....