RSUP H Adam Malik Perkuat Layanan TB, Soroti Kendala Pengiriman Sampel dari Daerah
- 21 Jul 2026 19:42 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan – Direktur Utama Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik, Zainal Safri, menegaskan komitmen rumah sakit dalam memperkuat layanan penanganan tuberkulosis (TB). Hal itu dikatakan Zainal Safri saat menerima kunjungan Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin Paulus Octavianus dan Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Akhmad Wiyagus di RSUP H Adam Malik, pada Selasa, 21 Juli 2026.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memantau sekaligus memperkuat upaya penanggulangan TB di Sumatera Utara, khususnya yang ditangani RSUP H Adam Malik.
Zainal mengatakan, sebagai rumah sakit rujukan utama di wilayah Sumatera Utara, RSUP H Adam Malik terus meningkatkan kualitas layanan TB melalui penguatan fasilitas, sumber daya manusia, serta kolaborasi dengan berbagai pihak.
"Rumah Sakit H Adam Malik sebagai rumah sakit rujukan utama di wilayah Sumatera Bagian Utara terus berusaha meningkatkan kualitas pelayanan, termasuk dalam layanan tuberkulosis," ujarnya.
Ia menjelaskan, rumah sakit saat ini telah memiliki layanan khusus berupa Poliklinik TB DOTS, layanan MDR-TB, ruang rawat inap khusus pasien TB, hingga ruang bertekanan negatif yang sebelumnya digunakan untuk pasien COVID-19 dan kini dimanfaatkan sebagai ruang ICU infeksi, termasuk untuk pasien TB.
Menurut Zainal, penanggulangan TB masih menjadi tantangan besar di bidang kesehatan sehingga diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah, fasilitas pelayanan kesehatan, dan seluruh pemangku kepentingan agar layanan semakin mudah diakses masyarakat.
"Diperlukan sinergi yang kuat, inovasi pelayanan, serta komitmen bersama untuk meningkatkan keberhasilan pengobatan dan pencegahan di masyarakat," katanya.
Meski demikian, Zainal mengungkapkan adanya kendala dalam pelayanan TB, terutama terkait pengiriman sampel pasien dari daerah ke RSUP H Adam Malik. Menurutnya, sejumlah daerah tidak lagi memiliki dukungan anggaran untuk mengirim sampel pemeriksaan ke rumah sakit rujukan tersebut.
"Belakangan ini ada degradasi dalam layanan TB karena sampel TB dari daerah sekarang tidak ada dana lagi untuk diantar ke Rumah Sakit Adam Malik. Untuk Kota Medan kami berinisiatif menjemput, tetapi untuk daerah tentu akan lebih sulit," ujarnya.
Ia berharap persoalan tersebut dapat menjadi perhatian pemerintah sehingga proses pemeriksaan laboratorium bagi pasien TB dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Utara tetap berjalan optimal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....