Temu Mangga, Rimpang Lokal Beraroma Buah Kian Diminati Masyarakat

  • 08 Jun 2026 11:10 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Meningkatnya minat masyarakat terhadap tanaman herbal, temu mangga menjadi salah satu rimpang lokal yang mulai banyak diperbincangkan. Tanaman yang memiliki nama ilmiah Curcuma mangga atau Curcuma amada ini dikenal karena aromanya yang menyerupai buah mangga segar, berbeda dengan kebanyakan tanaman rimpang lain yang beraroma tajam.

Temu mangga termasuk dalam keluarga jahe-jahean (Zingiberaceae) dan telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional di berbagai daerah di Indonesia. Selain dimanfaatkan sebagai bahan jamu, rimpang ini juga kerap diolah menjadi minuman herbal dan campuran masakan.

Pecinta tanaman herbal, Nur Istyanti, mengaku pertama mendapat temu mangga dari seorang sahabat, kemudian ia tanam sebagian rimpang di halaman rumah. Beberapa bulan, Nur Istyanti sudah menghasilkan kiloan rimpang temu mangga dan ia bagikan kepada teman- teman di kantornya.

"Awalnya saya dapat ini dari seorang sahabat. dia bilang suatu saat pasti bermanfaat. Dia suruh saya tanam di halaman rumah. Alhamdulilah, setelah beberapa bulan saya mandapat rimpang dalam jumlah besar," ujar Nur Istyanti kepada rri.co.id, Rabu, 3 Juni 2026.

Dikutip dari alodokter.com, temu mangga mengandung sejumlah senyawa bioaktif seperti kurkumin, flavonoid, quercetin, saponin, dan minyak atsiri. Kandungan tersebut diketahui memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi yang berpotensi membantu menjaga kesehatan tubuh.

Sejumlah manfaat yang sering dikaitkan dengan konsumsi temu mangga antara lain membantu meningkatkan daya tahan tubuh, mendukung kesehatan pencernaan, serta membantu meredakan gangguan perut seperti kembung. Meski demikian, para ahli mengingatkan manfaat tersebut masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan efektivitas dan keamanannya secara klinis.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Food and Pharmaceutical Sciences juga menunjukkan bahwa temu mangga memiliki kandungan flavonoid dan aktivitas antioksidan yang berpotensi mendukung pemanfaatannya sebagai bahan pangan fungsional maupun herbal.

Di pasar tradisional, temu mangga umumnya dijual dalam bentuk rimpang segar maupun bubuk siap seduh. Harganya relatif terjangkau dan mudah ditemukan di berbagai daerah. Dengan karakteristik aroma yang khas dan kandungan senyawa aktif yang dimilikinya, temu mangga dipandang memiliki peluang untuk dikembangkan lebih luas sebagai komoditas tanaman obat lokal.

Para praktisi kesehatan mengimbau masyarakat untuk tetap bijak dalam mengonsumsi tanaman herbal, termasuk temu mangga. Bagi individu yang memiliki kondisi kesehatan tertentu atau sedang mengonsumsi obat-obatan, konsultasi dengan tenaga kesehatan tetap disarankan sebelum menjadikan herbal sebagai bagian dari terapi kesehatan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....