Viral Kikir Gigi demi Estetik, Dokter Ingatkan Risiko Kerusakan Permanen
- 17 Mei 2026 22:51 WIB
- Medan
RI.CO.ID, Medan - Video kikir gigi belakangan ramai berseliweran di media sosial. Dengan alat sederhana, sebagian orang mencoba mengubah bentuk gigi sendiri demi mendapatkan senyum yang lebih rapi dan estetik dalam waktu singkat. Sekilas terlihat mudah dan memuaskan. Namun di balik tren tersebut, dokter gigi justru mengingatkan adanya risiko kerusakan permanen yang tak bisa dianggap sepele.
Tren ini muncul seiring meningkatnya keinginan masyarakat, khususnya anak muda, untuk memiliki tampilan gigi yang dianggap ideal tanpa harus menjalani perawatan mahal seperti behel atau veneer. Tak sedikit konten di media sosial memperlihatkan proses “transformasi instan” hanya dengan mengikir bagian ujung gigi yang dirasa terlalu panjang atau tidak rata.Padahal, prosedur kikir gigi bukan tindakan sembarangan.
Dalam dunia medis, kikir gigi dikenal sebagai enameloplasty atau odontoplasty, yakni prosedur pengikisan lapisan terluar gigi menggunakan alat khusus. Prosedur ini memang dapat dilakukan untuk tujuan tertentu, tetapi harus melalui pemeriksaan dokter gigi dan perhitungan yang sangat cermat.
Kikir gigi yang dilakukan sembarangan dapat menimbulkan berbagai risiko serius pada kesehatan mulut. Pengikisan enamel secara berlebihan misalnya, bisa membuat lapisan pelindung gigi terkikis permanen. Akibatnya, gigi menjadi lebih rapuh, mudah berlubang, dan terasa sensitif saat terkena makanan atau minuman panas, dingin, manis, maupun asam.
Risiko lainnya juga tidak kalah berbahaya. Penggunaan alat yang tidak steril dapat memicu infeksi pada gusi dan jaringan di sekitar mulut. Bahkan dalam beberapa kasus, pengikisan yang terlalu dalam bisa mencapai lapisan saraf gigi dan menyebabkan nyeri hebat yang memerlukan perawatan lanjutan.
Dokter gigi juga mengingatkan bahwa perubahan bentuk gigi tanpa perhitungan yang tepat justru dapat merusak tampilan alami gigi itu sendiri. Alih-alih terlihat rapi, gigi bisa tampak terlalu pendek, tidak simetris, atau kehilangan bentuk aslinya.
Karena itu, prosedur ini tidak dianjurkan dilakukan sembarangan, terutama pada anak-anak, ibu hamil tanpa indikasi medis, maupun orang yang memiliki masalah gusi dan gigi tertentu karena berisiko memperparah kondisi yang sudah ada.
Fenomena kikir gigi menjadi pengingat bahwa tidak semua tren kecantikan aman untuk diikuti. Keinginan memiliki senyum estetik memang wajar, tetapi kesehatan gigi tetap harus menjadi prioritas utama. Sebab berbeda dari rambut atau kuku yang bisa tumbuh kembali, enamel gigi yang sudah hilang tidak dapat pulih seperti semula.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....