Sering Lemas Tiba-Tiba? Bisa Jadi 5 Makanan Ini Penyebabnya

  • 25 Apr 2026 17:53 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Tekanan darah rendah atau hipotensi bukan sekadar kondisi ringan yang bisa diabaikan. Tanpa pengelolaan yang tepat, terutama dari sisi pola makan, kondisi ini dapat memicu pusing, tubuh lemas, hingga pingsan mendadak. Karena itu, mengenali makanan yang perlu dihindari menjadi langkah penting untuk menjaga tubuh tetap bertenaga sepanjang hari.

Dikutip dari ALodokter pola makan yang keliru sering kali menjadi pemicu munculnya gejala. Tidak hanya soal apa yang dikonsumsi, tetapi juga bagaimana tubuh merespons asupan tersebut. Beberapa jenis makanan bahkan diam-diam dapat memperburuk kondisi tekanan darah jika tidak dikontrol.

Makanan yang sebaiknya dibatasi:

  • Makanan tinggi gula sederhana seperti permen, kue, dan minuman bersoda yang memicu lonjakan lalu penurunan energi secara cepat.
  • Minuman berkafein berlebihan seperti kopi dan teh pekat yang dapat menyebabkan dehidrasi jika tidak diimbangi cairan.
  • Makanan tinggi lemak trans dan lemak jenuh seperti gorengan, fast food, dan daging olahan yang mengganggu aliran darah.
  • Minuman beralkohol yang dapat menurunkan tekanan darah dengan cepat sekaligus memicu kehilangan cairan.
  • Makanan rendah natrium (garam) yang berpotensi membuat tekanan darah semakin turun jika asupannya terlalu sedikit.

Kebiasaan yang membantu menjaga tekanan darah tetap stabil:

  • Minum air putih yang cukup setiap hari untuk mencegah dehidrasi.
  • Makan secara teratur, termasuk camilan sehat di sela waktu makan.
  • Mengonsumsi makanan bergizi, terutama yang kaya protein, zat besi, dan vitamin B12.
  • Menambahkan garam secukupnya sesuai kebutuhan tubuh.
  • Menghindari perubahan posisi secara tiba-tiba, seperti berdiri terlalu cepat.
  • Rutin melakukan aktivitas fisik ringan untuk melancarkan sirkulasi darah.

Makanan tinggi gula sederhana, misalnya, memang kerap menjadi pilihan cepat untuk menambah energi. Namun, efeknya hanya sementara. Setelah lonjakan gula darah, tubuh justru mengalami penurunan drastis yang membuat lemas dan sulit berkonsentrasi.

Hal serupa juga terjadi pada konsumsi kafein. Dalam jumlah wajar, kopi atau teh dapat membantu meningkatkan kewaspadaan. Namun jika berlebihan tanpa diimbangi cairan, efek diuretiknya dapat memicu dehidrasi salah satu faktor yang memperparah hipotensi.

Sementara itu, makanan tinggi lemak seperti gorengan dan makanan cepat saji berisiko mengganggu kesehatan pembuluh darah. Aliran darah yang tidak optimal membuat distribusi oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh menjadi kurang maksimal, sehingga tubuh lebih mudah lelah.

Konsumsi alkohol juga perlu diwaspadai. Selain dapat melebarkan pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah dengan cepat, alkohol juga meningkatkan frekuensi buang air kecil yang berujung pada kekurangan cairan.

Di sisi lain, banyak yang tidak menyadari bahwa asupan garam yang terlalu rendah juga bisa menjadi masalah. Natrium berperan penting dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh. Ketika asupannya kurang, tekanan darah bisa ikut menurun dan memicu gejala yang lebih berat.

Mengutip dari Alodokter Alodokter, pengelolaan tekanan darah rendah sebaiknya dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya dengan menghindari makanan tertentu, tetapi juga dengan menjaga keseimbangan nutrisi dan kecukupan cairan. Dengan pola makan yang tepat dan kebiasaan yang konsisten, tekanan darah dapat lebih stabil dan risiko gejala kambuh bisa diminimalkan.

Pada akhirnya, kunci utama bukan sekadar menghindari pantangan, tetapi memahami kebutuhan tubuh. Dengan begitu, penderita hipotensi tetap dapat menjalani aktivitas sehari-hari secara optimal tanpa terganggu keluhan yang datang tiba-tiba.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....