Bernapas lewat Mulut Berisiko Ganggu Pernapasan dan Kualitas Tidur

  • 17 Apr 2026 15:34 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Kebiasaan bernapas melalui mulut saat tidur atau beraktivitas fisik berisiko mengganggu kesehatan, mulai dari iritasi saluran napas hingga penurunan kualitas tidur.

Mengutip Antara News yang melansir Times of India, Kamis (16/4), Asisten Profesor SDM Institute of Ayurveda and Hospital, Dr. Samhita Ullod, mengatakan kebiasaan tersebut membuat udara masuk tanpa melalui proses penyaringan alami di hidung.

“Hidung berfungsi menghangatkan, melembapkan, dan menyaring udara dari debu maupun mikroba. Saat bernapas lewat mulut, mekanisme ini tidak bekerja,” ujarnya.

Akibatnya, udara yang masuk ke paru-paru menjadi lebih dingin, kering, dan kurang bersih. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memicu iritasi saluran pernapasan serta meningkatkan beban kerja sistem pernapasan. gejala awal yang kerap muncul antara lain bibir kering saat bangun tidur dan sering terbangun di malam hari karena haus.

Selain itu, Dr. Ullod menjelaskan bahwa pernapasan melalui mulut menurunkan efisiensi pertukaran oksigen dalam tubuh. “Kondisi ini membuat tubuh bekerja lebih keras dengan hasil yang tidak optimal, sehingga dapat menimbulkan kelelahan dan menurunkan konsentrasi,” katanya.

Ia menambahkan, pola pernapasan yang tidak tepat juga berkaitan dengan gangguan tidur. Jika berlangsung terus-menerus, hal ini dapat memperburuk kondisi seperti apnea tidur. pada anak-anak, kebiasaan bernapas melalui mulut dalam jangka panjang juga berpotensi memengaruhi struktur rahang dan gigi, serta meningkatkan risiko penyakit gusi dan infeksi tenggorokan.

untuk mengatasinya, masyarakat disarankan menjaga kebersihan saluran hidung agar tidak tersumbat, melakukan latihan pernapasan, serta rutin berolahraga guna meningkatkan fungsi paru-paru.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....