Bahaya Tersembunyi di Balik Kebiasaan Mencabut Uban, Awas Kebotakan Permanen
- 16 Apr 2026 11:15 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Uban atau rambut putih sering kali dianggap sebagai tanda penuaan yang kemunculannya membuat banyak orang merasa kurang percaya diri. Tidak heran, reaksi pertama yang sering dilakukan ketika melihat sehelai uban di depan cermin adalah langsung mencabutnya dengan pinset atau jari. Kebiasaan ini dianggap sebagai jalan pintas termudah untuk mengembalikan tampilan rambut yang hitam sempurna tanpa harus melakukan pewarnaan. Namun, tahukah Anda bahwa di balik kelegaan sesaat tersebut, ada bahaya tersembunyi yang mengintai kesehatan kulit kepala Anda dalam jangka panjang?
Selama ini, masyarakat sangat akrab dengan mitos yang mengatakan bahwa mencabut satu uban akan membuat dua atau tiga uban baru tumbuh di tempat yang sama. Faktanya, secara medis hal tersebut tidaklah benar karena satu folikel kulit kepala hanya mampu memproduksi satu helai rambut. Akan tetapi, meski mitos tersebut terbukti keliru, para ahli dermatologi tetap sangat melarang kebiasaan mencabut uban. Dampak nyata yang ditimbulkannya pada kulit kepala ternyata jauh lebih merugikan daripada sekadar uban yang bertambah banyak.
Bahaya utama dari kebiasaan mencabut uban adalah terjadinya trauma pada folikel atau bagian akar rambut. Setiap kali Anda menarik sehelai rambut dengan paksa, Anda memberikan tekanan dan kerusakan mekanis pada folikel yang merupakan "pabrik" tempat rambut tersebut diproduksi. Jika trauma ini terjadi secara berulang-ulang pada titik yang sama, struktur folikel dapat rusak secara permanen, sehingga folikel tersebut akan menyusut dan pada akhirnya kehilangan fungsinya.
Peringatan mengenai bahaya ini didukung oleh berbagai temuan dan pendapat ahli dari luar negeri. Dr. Mona Mofid, seorang pakar dermatologi dari Sharp Community Medical Group di Amerika Serikat, menegaskan bahwa mencabut uban adalah ide yang sangat buruk dalam perawatan rambut. Menurut tinjauan medisnya, mencabut uban tidak akan pernah memecahkan masalah karena laju pertumbuhan uban baru akan selalu lebih cepat, dan yang paling fatal, kerusakan folikel akibat tarikan tersebut dapat membuat helai rambut berhenti tumbuh sama sekali, memicu kebotakan permanen di area tersebut.
Selain risiko kebotakan yang mengancam, mencabut uban secara paksa juga membuka jalan bagi terjadinya infeksi bakteri pada kulit kepala. Folikel rambut yang kosong, terbuka, dan meradang setelah rambutnya dicabut secara paksa sangat rentan dimasuki oleh kotoran dan bakteri dari luar. Hal ini dapat memicu kondisi yang disebut folikulitis atau peradangan folikel, yang sering kali ditandai dengan munculnya benjolan merah kecil bernanah yang terasa perih di kulit kepala.
Lebih jauh lagi, trauma pada kulit akibat cabutan paksa ini sering kali menyebabkan pertumbuhan helai rambut yang salah arah atau rambut tumbuh ke dalam (ingrown hair). Ketika ini terjadi, rambut yang seharusnya tumbuh keluar dari pori-pori justru melengkung dan tumbuh di bawah permukaan kulit. Kondisi ini akan menimbulkan benjolan yang sangat menyakitkan, kemerahan, dan rasa gatal luar biasa yang bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Tidak hanya itu, kalaupun folikel rambut berhasil bertahan dari trauma tarikan dan kembali memproduksi rambut, kualitas uban yang tumbuh biasanya tidak akan sama lagi. Akar yang rusak akibat tarikan paksa sering kali menghasilkan helai rambut dengan tekstur yang jauh lebih kasar, kaku, keriting, dan kusut dibandingkan rambut di sekitarnya. Hal ini tentu akan membuat uban yang tumbuh berikutnya justru semakin mencolok, sulit diatur, dan semakin merusak penampilan rambut secara keseluruhan.
Munculnya uban adalah proses biokimia alami pada tubuh yang dipengaruhi oleh genetik, usia, hingga faktor stres, sehingga melawannya dengan cara paksa seperti mencabut bukanlah jawaban yang cerdas. Para ahli menyarankan, jika kehadiran uban dirasa sangat mengganggu, langkah terbaik adalah memotongnya dengan gunting kecil sedekat mungkin dengan kulit kepala, atau menggunakan pewarna rambut yang aman. Mulai saat ini, hentikan kebiasaan mencabut uban demi menjaga kesehatan folikel dan mencegah kebotakan dini di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....