Layanan Kesehatan di RS Tafaeri Nias Meningkat

  • 11 Apr 2026 13:26 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan – Dampak program peningkatan layanan kesehatan yang digagas Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Afif Nasution semakin dirasakan di Kepulauan Nias. Hal ini ditandai dengan meningkatnya kualitas layanan kesehatan di Rumah Sakit (RS) Tafaeri, seiring pemenuhan tenaga dokter spesialis dan penguatan fasilitas pendukung.

Pada awal Maret lalu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut bekerja sama dengan RS Universitas Sumatera Utara (USU) menjalankan program pengabdian dokter spesialis di RS Tafaeri. Dalam program tersebut, RS USU menempatkan sejumlah dokter spesialis, mulai dari penyakit dalam, anestesi, obstetri dan ginekologi, hingga patologi klinik, yang bertugas sejak Maret tahun lalu.

Dampaknya, jumlah pasien RS Tafaeri yang sebelumnya hanya berkisar 30–40 orang per bulan meningkat tajam. Peningkatan bahkan lebih dari 1.000 persen dalam satu tahun terakhir.

“Ini kita lakukan untuk percepatan mewujudkan visi dan misi kami terkait layanan kesehatan. Kami sangat berharap Kepulauan Nias mendapatkan akses layanan kesehatan yang sama dengan daerah-daerah lainnya,” kata Wakil Gubernur Sumut Surya, saat menerima audiensi jajaran Universitas Sumatera Utara (USU) dan RS USU di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Medan, Jumat 10 April 2026.

Selain penempatan dokter spesialis, program ini juga diperkuat dengan pemberian beasiswa kepada putra daerah Nias untuk menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS). Saat ini, terdapat tujuh putra daerah Nias yang tengah menjalani pendidikan PPDS di USU. PPara putra daerah ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dokter spesialis di wilayah tersebut.

“Harapan kami mereka-mereka ini nantinya terus berkomitmen mengabdi ke daerahnya, mengisi kekosongan kebutuhan dokter spesialis di Nias. Jangan malah setelah lulus malah tidak mau tugas di sana,” ujar Surya.

Direktur Utama RS USU dr Inke Nadia Diniyati Lubis menyampaikan, fasilitas RS Tafaeri di Kabupaten Nias Utara sebenarnya cukup memadai. Namun selama ini terkendala pada ketersediaan sumber daya manusia, khususnya dokter spesialis.

“Ruang operasinya malah lebih bagus dibanding RS di Medan. Sayangnya selama ini kekurangan dokter spesialis. Saat kami melaksanakan program pengabdian, pasien di sana meningkat,” kata Inke.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....