Stop Main HP di Toilet! Ini Ancaman Kesehatannya

  • 09 Apr 2026 17:53 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Membawa ponsel ke dalam toilet kini telah menjadi kebiasaan umum bagi banyak orang untuk mengusir kebosanan. Namun, di balik kenyamanan tersebut, para ahli kesehatan internasional memperingatkan adanya risiko serius yang mengintai. Bukan sekadar masalah higienitas, kebiasaan ini disebut-sebut dapat mengubah perangkat elektronik kesayangan Anda menjadi sarang patogen berbahaya yang bisa memicu berbagai penyakit infeksi.

Studi dari University of Arizona mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa layar ponsel dapat membawa bakteri 10 kali lebih banyak daripada dudukan toilet itu sendiri. Hal ini terjadi karena toilet merupakan area dengan konsentrasi kuman yang tinggi. Saat Anda menyiram toilet (flushing), partikel mikroskopis dari kotoran dan urine dapat terbang ke udara—fenomena yang dikenal sebagai toilet plume—dan menempel pada permukaan ponsel yang sedang Anda genggam.

Data dari London Metropolitan University memperkuat temuan ini dengan menyebutkan bahwa satu dari enam ponsel terkontaminasi oleh bakteri feses, termasuk E. coli. Bakteri ini dikenal sebagai penyebab utama keracunan makanan, diare, hingga infeksi saluran kemih. Karena ponsel adalah benda yang terus-menerus bersentuhan dengan tangan dan wajah, proses perpindahan bakteri ke dalam sistem tubuh manusia menjadi sangat mudah terjadi.

Selain risiko infeksi bakteri, kebiasaan ini juga berdampak buruk pada struktur fisik tubuh. Sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan oleh SciTechDaily pada awal 2026 menunjukkan bahwa penggunaan smartphone di toilet meningkatkan risiko wasir atau ambeien sebesar 46 persen. Gangguan kesehatan ini muncul karena waktu yang dihabiskan di atas toilet menjadi jauh lebih lama akibat terdistraksi oleh konten di layar gadget.

Dr. Trisha Pasricha, seorang ahli gastroenterologi dari Harvard Medical School, menjelaskan bahwa duduk terlalu lama di toilet menyebabkan tekanan berlebih pada pembuluh darah di sekitar anus. Tanpa penopang yang memadai seperti pada kursi biasa, gravitasi memaksa darah terkumpul di area panggul, yang memicu pembengkakan jaringan hemoroid. "Semakin lama Anda duduk sambil scrolling, semakin besar tekanan yang Anda berikan pada pembuluh darah tersebut," ungkapnya.

Bahaya lainnya adalah kontaminasi silang yang sulit dihindari. Meskipun seseorang telah mencuci tangan dengan sabun setelah dari toilet, mereka seringkali langsung menyentuh ponsel yang belum dibersihkan. Mayo Clinic menekankan bahwa mencuci tangan menjadi sia-sia jika perangkat yang digunakan tetap kotor, karena kuman akan kembali berpindah ke tangan dan kemudian ke mulut atau makanan dalam waktu singkat.

Para ahli juga menyoroti risiko terhadap kesehatan mental dan pola buang air besar yang sehat. Ketergantungan pada gadget di toilet dapat mengganggu sinyal alami tubuh untuk mengeluarkan kotoran secara efisien, yang dalam jangka panjang bisa memicu sembelit kronis. Toilet seharusnya menjadi tempat untuk eliminasi yang cepat, bukan ruang santai untuk bekerja atau bermain media sosial.

Sebagai langkah pencegahan, para pakar kesehatan menyarankan untuk meninggalkan ponsel di luar ruangan saat hendak ke kamar mandi. Jika memang harus membawa perangkat, sangat disarankan untuk rutin membersihkannya menggunakan tisu disinfektan dengan kadar alkohol minimal 70 persen. Menghentikan kebiasaan ini bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga investasi jangka panjang untuk kesehatan pencernaan dan kualitas hidup Anda.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....