BPOM Medan: Takjil Aman, Higienitas Pedagang Jadi Catatan

  • 26 Feb 2026 20:14 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Medan Mojaza Sirait memastikan hasil pengawasan pangan selama Ramadan di Sumatera Utara menunjukkan kondisi yang relatif aman.

Dari hasil uji sampel takjil di Kabupaten Serdang Bedagai dan kawasan Pancing, Kota Medan, tidak ditemukan kandungan bahan kimia berbahaya.

“Kami jelaskan secara umum bahwa pengawasan Ramadhan ini mencakup makanan berbuka puasa, pangan olahan di distribusi, marketplace, termasuk juga parsel. Untuk takjil di Serdang Bedagai dan Kota Medan, hasil ujiannya memenuhi syarat. Tidak ditemukan bahan kimia yang dilarang,” ujar Mojaza kepada RRI, Rabu, 26 Februari 2026.

Meski demikian, ia menekankan masih ada catatan terkait sanitasi dan higienitas pedagang yang perlu ditingkatkan, seperti penggunaan penjepit, masker, serta cara pemajangan makanan yang tidak terbuka.

“Yang masih menjadi catatan adalah sanitasi higienenya. Jangan sampai makanan terbuka karena berpotensi menyebabkan cemaran fisik dan mikrobiologi. Kejadian keracunan makanan di Indonesia sebagian besar karena faktor cemaran mikrobiologi,” katanya.

Dalam pengawasan di sarana distribusi, BPOM Medan masih menemukan beberapa produk kedaluwarsa, namun jumlahnya tidak signifikan. Pihaknya terus mendorong pelaku usaha menerapkan prinsip First In First Out (FIFO) atau First Expired First Out (FEFO), terutama untuk produk curah seperti nugget dan sosis.

“Pastikan produk curah masih fresh dan tidak tercampur antara stok lama dan baru. Ini bagian dari cara ritel pangan yang baik,” ucapnya.

Sementara untuk parsel Ramadan, sejauh ini tidak ditemukan pelanggaran. Mojaza mengimbau pelaku usaha memastikan isi parsel memiliki kualitas baik, masa kedaluwarsa yang cukup panjang minimal enam bulan, serta terjamin kehalalannya.

“Pastikan jangan hanya kemasannya yang menarik, tapi isinya juga harus benar-benar berkualitas dan halal,” ujarnya.

BPOM Medan menyatakan pengawasan akan terus dilakukan hingga akhir Ramadan dan satu minggu setelahnya guna memastikan keamanan pangan masyarakat tetap terjaga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....