Pengasuhan Positif Keluarga, Kunci Jaga Kesehatan Mental Anak
- 14 Feb 2026 10:04 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Penguatan sistem keluarga disebut sebagai fondasi utama dalam mencegah gangguan kesehatan mental pada anak. Ketua Yayasan Perlindungan Anak kabupaten Deli Serdang, Junaidi Malik menilai keluarga memiliki peran paling awal dan paling menentukan dalam membangun ketahanan psikologis anak di tengah tantangan digitalisasi.
“Penguatan sistem keluarga itu kuncinya. Karena kejahatan dan kerusakan mental anak semua berawal dari lingkungan rumah,” kata Junaidi, Jumat 13 Februari 2026.
Ia menekankan pentingnya kesepakatan pengasuhan antara ayah dan ibu, termasuk aturan penggunaan gawai bagi anak. Menurutnya, keluarga harus menjadi ruang aman pertama bagi anak.
“Pengasuhan positif itu ayah dan ibu punya kesepakatan, punya aturan soal gawai, supaya keluarga bisa melindungi anak di rumah,” ujar Junaidi.
Ia juga menyoroti pentingnya membangun komunikasi rutin dalam keluarga. Junaidi mengibaratkan sebagai evaluasi harian terhadap kondisi emosional anak.
“Idealnya setiap malam itu ada majelis permusyawaratan rumah tangga. Duduk bersama, makan bersama, lalu ditanya bagaimana perasaan anak hari ini,” ujarnya.
Ia menilai banyak gangguan mental anak terjadi karena perasaan mereka tidak didengar dan tidak dipahami secara sungguh-sungguh oleh orang terdekat. Ia menegaskan hak anak bukan hanya pendidikan, tapi didengar pendapatnya, dipahami, dan dilindungi.
Dalam pengasuhan sehari-hari, ia menekankan pentingnya pujian dan doa sebagai bentuk intervensi psikologis sederhana namun berdampak besar bagi mental anak.
“Berilah anak pujian dan doa dalam setiap kebaikan. Itu akan membangun mental sehat anak,” kata Junaidi.
Selain itu, Junaidi mengingatkan orang tua untuk tidak membandingkan anak dengan siapa pun, termasuk dengan saudara kandungnya sendiri. Ia menuturkan pengasuhan positif harus dimulai dari hal-hal paling mendasar di rumah, sebelum menuntut peran sekolah dan negara.
“Kalau keluarga kuat, mental anak kuat. Itu yang paling fundamental,” ucap Junaidi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....