Hindari Menyimpan Air Mineral Dalam Mobil, Berpotensi Bahaya
- 08 Feb 2026 14:14 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan- Menyimpan air mineral dalam kemasan botol plastik di dalam mobil sudah menjadi kebiasaan banyak orang, terutama untuk kepraktisan saat bepergian. Namun, kebiasaan ini ternyata berisiko bagi kesehatan jika botol tersebut disimpan dalam jangka waktu lama, terlebih saat suhu dalam mobil meningkat drastis, seperti pada siang hari. Panas yang terperangkap di dalam mobil bisa memicu reaksi kimia berbahaya pada botol plastik.
Botol plastik air mineral umumnya terbuat dari polyethylene terephthalate (PET). Meskipun bahan ini dianggap aman untuk sekali pakai, paparan panas tinggi dapat menyebabkan pelepasan zat kimia seperti antimon dan ftalat ke dalam air.
Sebuah studi dari University of Florida menunjukkan bahwa setelah air dalam botol PET dipanaskan hingga 70°C selama beberapa minggu, konsentrasi antimon dan BPA meningkat secara signifikan.
Di negara tropis seperti Indonesia, suhu dalam mobil tertutup bisa mencapai lebih dari 60°C hanya dalam waktu 30 menit di bawah sinar matahari. Jika botol plastik berada dalam kondisi ini semalaman, risiko migrasi bahan kimia menjadi lebih besar. Bahan kimia tersebut bersifat karsinogenik dan dapat mengganggu sistem hormonal tubuh.
Sementara, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menyatakan bahwa kadar BPA dan antimon yang dilepaskan dari botol plastik masih dalam batas aman. Namun, studi lanjutan menunjukkan bahwa akumulasi zat-zat tersebut dalam jangka panjang dapat memicu gangguan endokrin, pertumbuhan sel abnormal, hingga infertilitas.
Selain itu, jika botol sudah terbuka dan disimpan dalam suhu tinggi, mikroorganisme seperti bakteri juga bisa berkembang. Lingkungan lembap dan hangat merupakan kondisi ideal bagi bakteri untuk bertumbuh. Air yang terlihat jernih belum tentu aman jika sudah terkontaminasi bakteri atau bahan kimia yang larut akibat pemanasan.
Kebiasaan menggunakan kembali botol plastik bekas air mineral juga meningkatkan risiko. Permukaan dalam botol PET mudah tergores saat dicuci atau dipakai ulang, menciptakan celah mikro tempat bakteri berkembang. Kombinasi panas, kelembapan, dan botol bekas bisa menciptakan ‘koktail kimia’ yang berbahaya tanpa kita sadari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....