Seng Hap 1881, Dari Bangunan Bersejarah hingga Ruang UMKM dan Kuliner
- 29 Sep 2026 20:42 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan — Seng Hap 1881 di kawasan Kesawan, Kota Medan, merupakan salah satu bangunan yang menyimpan jejak sejarah perdagangan Deli. Berdiri sejak 1881, bangunan ini kini kembali dimanfaatkan sebagai ruang kuliner sekaligus wadah bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Sumatera Utara.
Dilansir dari cagarbudayamedan.com, sejarah Seng Hap bermula dari Tan Tang Ho, seorang pedagang Tionghoa Hokkien yang lahir di Batavia pada 1860. Setelah merantau ke Medan, Tan Tang Ho mengawali usaha sebagai pedagang kelontong dengan menjual berbagai kebutuhan sederhana, seperti jarum, kancing dan benang. Pada 1881, ia membuka toko sendiri di dekat pintu masuk Kesawan yang kemudian diberi nama Seng Hap.
Seiring berkembangnya perdagangan di Medan, Seng Hap turut berkembang dengan menyediakan berbagai barang impor dan kebutuhan masyarakat perkebunan. Memasuki dekade 1890-an, jaringan perdagangan Seng Hap meluas ke sejumlah wilayah Sumatera Timur, seperti Binjai, Pangkalan Brandan dan Tanjung Balai.
Sekitar 1900, Seng Hap membangun gedung dengan arsitektur Eropa yang megah, lengkap dengan ornamen kolom Korintus, hiasan daun akantus, patung Merkurius dan figur sphinx. Bangunan tersebut kemudian menjadi salah satu ikon kawasan Kesawan dan bagian dari perkembangan perdagangan Kota Medan.

Kejayaan Seng Hap berakhir pada 1970-an ketika toko tersebut ditutup. Setelah itu, bangunan dibiarkan terlantar dan tidak lagi digunakan dalam waktu yang panjang.
Kini, bangunan bersejarah tersebut kembali dihidupkan melalui revitalisasi dengan tetap mempertahankan karakter arsitekturnya, seperti pilar klasik, dinding bata ekspos, jendela kayu besar dan ornamen bangunan lama yang dipadukan dengan konsep ruang modern.

Seng Hap 1881 kemudian berkembang menjadi pusat kuliner, oleh-oleh khas Medan, kafe, galeri sejarah dan ruang bagi produk UMKM Sumatera Utara. Pengunjung dapat menikmati beragam sajian, mulai dari kopi lokal Sumatera, teh, kudapan tradisional hingga berbagai produk unggulan pelaku usaha lokal.
Dukungan terhadap UMKM menjadi salah satu komitmen Seng Hap 1881 dengan memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan dan memasarkan produknya kepada masyarakat. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari menghidupkan kembali kawasan Kesawan sebagai ruang ekonomi dan kreatif.
Revitalisasi Seng Hap menunjukkan bahwa bangunan bersejarah yang sempat terlantar dapat kembali dimanfaatkan tanpa menghilangkan nilai sejarahnya. Dengan memadukan sejarah, kuliner dan aktivitas UMKM, Seng Hap 1881 kini menjadi ruang yang mempertemukan warisan masa lalu dengan kegiatan ekonomi dan kreatif masyarakat masa kini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....