Luncurkan Lima Aplikasi, Rico Waas Dorong Integrasi Data Berbasis AI via WhatsApp

  • 13 Sep 2026 13:50 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, meluncurkan lima aplikasi pelayanan publik sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kota Medan meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat. Kelima inovasi tersebut diharapkan dapat mendorong pelayanan yang lebih cepat, transparan, terintegrasi, dan efisien.

Peluncuran ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Rico Waas bersama Pj Sekda Kota Medan Erfin Fahrurrazi dan sejumlah pimpinan perangkat daerah di Balai Kota Medan, Kamis 10 September 2026. Lima inovasi tersebut dikembangkan oleh perangkat daerah untuk mendukung transformasi digital dalam pelayanan pemerintahan.

Aplikasi pertama yakni PENGAWASMU atau Pengawasan Medan Untuk Semua yang dikembangkan Inspektorat Kota Medan. Platform ini digunakan untuk mendukung digitalisasi pengawasan internal, pemantauan tindak lanjut rekomendasi pemeriksaan, konsultasi secara daring, whistleblowing system, pengelolaan data pengawasan, hingga penyajian informasi kinerja secara terpusat.

Selanjutnya, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu atau DPMPTSP menghadirkan FAST TRACK PD, sebagai sistem monitoring perizinan dan investasi secara terpadu. Sementara itu, Dinas Pariwisata mengembangkan SOREDAY atau Stay One More Day, yakni platform informasi pariwisata yang dirancang untuk memberikan informasi destinasi secara mudah dan cepat, sekaligus mendukung promosi wisata dan mendorong wisatawan memperpanjang masa tinggal di Kota Medan.

Dari sisi penanggulangan bencana, BPBD Kota Medan menghadirkan SITANGKAS sebagai sistem informasi terintegrasi yang menghubungkan BPBD dengan petugas di tingkat kecamatan dan kelurahan. Sistem ini digunakan untuk mendukung pelaporan, pemantauan, serta pengelolaan data penanggulangan bencana secara real time.

Sementara Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan meluncurkan SIP-KURASI untuk mendukung pendataan dan pendampingan UMKM berbasis data. Melalui sistem tersebut, proses kurasi produk serta penyaluran bantuan diharapkan dapat dilakukan secara lebih terukur dan tepat sasaran.

Rico mengapresiasi lahirnya kelima inovasi tersebut karena dikembangkan dari gagasan dan pemikiran aparatur di lingkungan Pemko Medan. Namun, ia mengingatkan agar peluncuran aplikasi tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi benar-benar digunakan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Dari pertama sekali saya memulai menjadi Wali Kota, ini adalah satu dari gagasan yang saya harapkan bisa terjadi. Yaitu semacam kick-off pertama pengintegrasian data dari beberapa OPD yang ada di Kota Medan, saya harap aplikasi ini akan bermanfaat untuk masyarakat Kota Medan dan untuk kita semuanya," kata Rico.

Rico juga menginstruksikan agar seluruh layanan publik dan pengaduan masyarakat ke depan dapat diintegrasikan ke platform yang sudah umum digunakan warga, salah satunya WhatsApp. Sistem tersebut nantinya akan didukung teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), sehingga masyarakat tidak perlu mengunduh banyak aplikasi untuk mengakses layanan pemerintah.

Menurut Rico, kebijakan tersebut merupakan hasil evaluasi terhadap penerapan aplikasi pelayanan di sejumlah kota besar di Indonesia. Ia menilai aplikasi yang mengharuskan masyarakat mengunduh platform secara khusus berpotensi tidak menjangkau seluruh warga karena jumlah penggunanya belum tentu sebanding dengan jumlah penduduk.

"Melalui skema baru ini, masyarakat Medan kelak tidak perlu lagi mengunduh aplikasi tambahan untuk mengadu atau mengurus administrasi. Cukup mengirim pesan ke nomor WhatsApp resmi Pemko Medan, sistem AI akan merespons secara responsif dan manusiawi layaknya petugas lapangan," ujar Rico.

Sistem tersebut nantinya dapat bekerja secara otomatis untuk mengidentifikasi lokasi, menerima dokumen pendukung seperti KTP, serta mencatat detail laporan masyarakat. Aduan kemudian diarahkan kepada perangkat daerah yang sesuai, sehingga laporan mengenai banjir misalnya dapat langsung diteruskan kepada OPD yang menangani persoalan tersebut.

"Setiap laporan yang masuk akan terhubung ke dasbor pimpinan, sehingga saya dapat memantau langsung apakah pengaduan sudah ditindaklanjuti atau belum," ucap Rico.

Sebelumnya, Pj Sekda Kota Medan Erfin Fahrurrazi menyampaikan peluncuran lima inovasi tersebut merupakan bagian dari langkah Pemko Medan mempercepat transformasi digital sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik. Pengembangan sistem digital tersebut juga diarahkan untuk mendukung pemerintahan digital dan penerapan Kebijakan Satu Data Indonesia.

"Saat ini kita tengah membangun Medan Satu Data, sebuah ekosistem digital yang mengintegrasikan data sektoral, data kependudukan, hingga data layanan di masing-masing perangkat daerah," kata Erfin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....