Dosen USU Perkuat Kompetensi Guru lewat Robot Edukasi dan 3D Printing

  • 14 Agt 2026 11:48 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan- Tim dosen Universitas Sumatera Utara (USU) memperkuat kompetensi guru dalam menerapkan pembelajaran berbasis teknologi melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat di SD Swasta Naturatech Innovation School, School of STEAM. Kegiatan bertajuk “Penguatan Kompetensi Guru dalam Pembelajaran STEAM melalui Robot Edukasi dan 3D Printing dengan Pendekatan Asesmen Psikopedagogis” tersebut dirancang untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan dasar berbasis teknologi di Sumatera Utara.

Program ini diketuai Hayatunnufus, S.Kom., M.Cs., CIT, dosen Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi (Fasilkom-TI) USU yang memiliki fokus keilmuan pada bidang AIoT dan robotika.

Tim juga melibatkan Filia Dina Anggaraeni, S.Sos., M.Pd., dosen Fakultas Psikologi dengan fokus Psikologi Pendidikan, serta Fathurrahman, M.Si., dosen Program Studi Vokasi Teknologi Rekayasa Instrumentasi. Selain itu, dua mahasiswa Ilmu Komputer, Muhammad Al Ghifari Lubis dan Gavriel Ernesto Betheloniva Sembiring, turut dilibatkan dalam program tersebut.

Program Pengabdian kepada Masyarakat ini merupakan pendanaan tahun 2026 melalui Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (BIMA), Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.

SD Swasta Naturatech Innovation School merupakan sekolah yang mengusung konsep pembelajaran Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics (STEAM). Meski memiliki visi pembelajaran yang progresif, sekolah masih membutuhkan pendampingan dalam penerapan teknologi tingkat lanjut serta metode evaluasi pembelajaran.

Pelaksanaan program dilakukan secara bertahap dan partisipatif, mulai dari sosialisasi, pelatihan intensif, penerapan teknologi, pendampingan berkelanjutan, evaluasi, hingga penyusunan rencana keberlanjutan program.

Ketua Tim PkM USU, Hayatunnufus, kepada rri.co.id pada Kamis (13/8/2026) mengatakan kegiatan tersebut dirancang sejalan dengan arah pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

“Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini selaras dengan Asta Cita ke-4, yaitu penguatan pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang unggul, berdaya saing, dan adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,” ujar Hayatunnufus.

Ia menambahkan, penguatan kompetensi guru melalui pembelajaran STEAM berbasis robot edukasi dan 3D printing diharapkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan dasar sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia jangka panjang.

Pelatihan inti dilaksanakan sebanyak empat kali pada waktu yang berbeda dan disesuaikan secara fleksibel agar tidak mengganggu proses belajar mengajar di sekolah.

Keterangan Foto: Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Sumatera Utara (USU) bersama pihak SD Swasta Naturatech Innovation School usai pelaksanaan kegiatan penguatan kompetensi guru dalam pembelajaran STEAM melalui robot edukasi dan 3D printing di Medan.

Para guru, termasuk yang tidak memiliki latar belakang pendidikan teknologi, mendapatkan pendampingan secara bertahap untuk menguasai penggunaan berbagai perangkat modern dalam menciptakan media pembelajaran yang inovatif.

Salah satu pendekatan yang menjadi pembeda dalam program ini adalah penerapan asesmen psikopedagogis pada tahap awal dan akhir kegiatan. Sebelum mendapatkan pelatihan teknologi, para guru terlebih dahulu mengikuti asesmen untuk mengukur tingkat kesiapan atau readiness dalam memanfaatkan teknologi serta pemahaman awal terhadap pembelajaran STEAM.

Dosen Fakultas Psikologi USU, Filia Dina Anggaraeni, mengatakan pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu guru mengembangkan pembelajaran yang mampu mendorong berbagai kompetensi siswa.

“Pendekatan pembelajaran berbasis teknologi dan asesmen psikopedagogis dilakukan untuk mendorong guru-guru di sekolah mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, serta literasi sains dan teknologi sejak usia dini pada siswa saat pembelajaran,” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap kemandirian sekolah mitra, Tim PkM USU juga menghibahkan sejumlah perangkat teknologi, di antaranya mesin 3D printer beserta kelengkapannya, mesin laser cutter, robot edukasi berbasis mikrokontroler micro:bit, serta berbagai perangkat pendukung media pembelajaran interaktif lainnya.

Penerapan perangkat tersebut diharapkan dapat meningkatkan keberdayaan sekolah mitra, khususnya dalam aspek manajemen pembelajaran guru di kelas serta kemampuan merancang media ajar yang lebih efektif dan interaktif.

Sementara itu, Fathurrahman mengatakan program tersebut menjadi wujud dukungan akademisi dalam mempersiapkan generasi muda Indonesia menghadapi perkembangan teknologi.

“Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, dosen USU mendukung upaya strategis pemerintah dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga kesiapan teknis dalam penggunaan alat teknologi, kesiapan mental, karakter, dan keterampilan abad ke-21 yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan global,” ucapnya.

Melalui kegiatan tersebut, Tim PkM USU berharap ekosistem pembelajaran berbasis teknologi di Naturatech Innovation School semakin matang. Program ini juga diharapkan mampu menghasilkan tenaga pendidik yang adaptif serta peserta didik yang kreatif, inovatif, dan siap menghadapi perkembangan teknologi di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....