MBG Suspend SPPG di Karo, BGN Sumut Tunggu Hasil Sampel Dinkes
- 13 Agt 2026 21:45 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan – Badan Gizi Nasional (BGN) regional Sumatera Utara telah melakukan tindakan suspend (menghentikan) operasional salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Karo. Hal ini dilakukan untuk mendukung langkah investigasi terkait dugaan insiden gangguan kesehatan yang dialami ratusan siswa usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan SPPG.
Kepala BGN regional Sumatera Utara, Agung Kurniawan kepada RRI, Kamis, 13 Agustus 2026 malam mengatakan langkah ini untuk mengetahui penyebab pasti insiden tersebut. Termasuk dengan melibatkan tim dari dinas kesehatan Kabupaten Karo untuk menelusuri penyebab dugaan gangguan kesehatan, guna menelusuri standar kelayakan menu yang disajikan kepada para siswa.
“Sejauh ini, untuk sampel (menu) sudah diambil dari dinas kesehatan dan kita masih sambil menunggu hasil lab dari dinas kesehatan. Ktia tidak berani menduga-duga bang dari mana- darimana kan,” kata Agung.
Hingga kamis malam, Agung mengatakan total sudah ada 3 sekolah baik SMA dan SMK yang melapor adanya siswa mengalami gangguan kesehatan.
“Dua sekolah bang, SMAN 1 Berastagi dan SMA dan SMK swasta bersama. SMP kebetulan gak ada bang (laporan),” ujar Agung.
Agung menyampaikan, ratusan siswa mengalami berbagai keluhan usai menyantap menu, mulai dari mual dan sakit perut. Kemudian, sejumlah rekan siswa, guru, dan masyarakat turut membawa para siswa ke rumah sakit guna dilakukan perawatan lebih lanjut.
“Kalau untuk laporan di awal kondisinya sakit perut, terus mual dan bebrapa anak-anak dilartikan ke rumah sakit dan dirujuk ke rumah sakit,” ucapnya.
Kemudian, pasca kejadian sejumlah kepala daerah, Forkopimda, dan pengawas SPPG dari pusat turut meninjau kondisi siswa di sejumlah rumah sakit. Hal ini untuk memastikan penanganan awal terhadap siswa dilakukan secara cepat dan baik.
“Alhamdulillah, kondisinya sudah membaik dan ditinjau langsung oleh bupati, wakil bupati, pak sekda, DPRD Karo bersama deputi pengawas wilayah 1 dari pusat dan tinjauan langsung ke Karo,” ujar Agung.
Sebelumnya, dari keterangan yang diperoleh Kantor pelayanan pemenuhan gizi Medan, melaporkan adanya kejadian fatal komtaminasi pangan di sejumlah sekolah di Kabupaten Karo. Dari laporan, ada 1.425 orang penerima manfaat berasal dari SMA Negeri 1 Berastagi dan 557 orang dari SMA Swasta Bersama Berastagi dengan total 1.982 orang.
Dari jumlah tersebut, laporan awal total ada 256 penerima manfaat mengalami gangguan kesehatan dan dirawat di di sejumlah rumah sakit dan puskesmas. Rinciannya, 122 orang dirawat di Rumah Sakit Umum Amanda, 81 orang Rumah Sakit Efarina Etaham, 28 orang di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Karo, dan 21 orang di Puskesmas Berastagi.
Adapun menu yang disajikan kepada penerima manfaat berupa nasi putih, ikan dencis botan, sayur tumis kol, ebi, dan wortel, buah melon, tahu asam manis.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....