Ahmad Faris Kembangkan DIGITOX untuk Cegah Doomscrolling

  • 12 Agt 2026 17:05 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Mahasiswa asal Kota Tanjungbalai Ahmad Faris Hidayah Marpaung mengembangkan inovasi DIGITOX Application Project sebagai upaya mencegah dampak kebiasaan doomscrolling terhadap kesehatan mental. Inovasi tersebut dipresentasikan dalam ajang proyek ilmiah Sustainable Development Goals atau SDGs tingkat internasional di Malaysia.

DIGITOX merupakan proyek yang dikembangkan Faris bersama tim dengan mengangkat SDGs poin ketiga mengenai kesehatan. Proyek tersebut menawarkan solusi berbasis teknologi digital untuk membantu mencegah fenomena doomscrolling.

Doomscrolling merupakan kebiasaan mengonsumsi konten digital secara terus-menerus, khususnya konten yang dapat berdampak terhadap kondisi psikologis. Melalui DIGITOX, Faris bersama tim berupaya menghadirkan pendekatan berbasis teknologi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap dampak kebiasaan tersebut.

Proyek tersebut menyasar Generasi Z, Generasi Alpha dan masyarakat Indonesia. Gagasan itu kemudian dibawa Faris dalam Conference Internasional dan ajang pembuatan proyek SDGs melalui Indonesia Golden Youth Summit atau IGYS di International Islamic University Malaysia, Kuala Lumpur.

Dalam kompetisi tersebut, DIGITOX berhasil mengantarkan Faris bersama tim meraih lima penghargaan. Prestasi itu terdiri atas Juara 1 Presentation Slide Group, Juara 1 Active Group, Juara 1 Best Group, Juara 1 Most Engaging Group dan Juara 3 Most Creative Social Media Project.

Faris mengatakan dirinya ingin agar hasil riset tersebut tidak berhenti pada kompetisi internasional. Ia berharap Pemerintah Kota Tanjungbalai dapat membantu memfasilitasi sosialisasi hasil penelitian mengenai bahaya doomscrolling kepada pelajar dan masyarakat.

“Saya berharap dapat difasilitasi dalam mensosialisasikan kepada para siswa-siswi dan masyarakat di Kota Tanjungbalai untuk riset karya ilmiah saya yaitu bahaya dampak penyakit mental doomscrolling,” ujar Faris saat menemui Wali Kota Tanjungbalai, Senin, 10 Agustus 2026.

Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim menyambut baik karya dan prestasi Faris. Ia berharap penelitian tersebut dapat terus dikembangkan dan menghasilkan karya edukatif yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Semoga dari prestasi ini bisa dikembangkan lagi agar bisa memotivasi para pelajar-pelajar dan pemuda di Kota Tanjungbalai,” kata Mahyaruddin.

Mahyaruddin juga mendorong Faris untuk terus belajar dan melakukan penelitian. Menurutnya, karya ilmiah yang mengangkat persoalan masyarakat dapat menjadi bagian dari upaya memberikan edukasi kepada generasi muda.

"Alhamdulillah, meberhasilan Faris mengembangkan DIGITOX sekaligus membawa nama Kota Tanjungbalai di forum internasional, saya harap dapat menjadi contoh bagi pelajar dan pemuda lainnya," kata Mahyaruddin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....