USU Pastikan Tidak Ada Penutupan Chapel Oikumene, Hanya Revitalisasi
- 11 Agt 2026 21:04 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Sekretaris Direktur Humas, Promosi, dan Protokoler Universitas Sumatera Utara (USU), Ami Dilham S.E., M.Si, menegaskan informasi yang beredar terkait USU yang akan menutup rumah ibadah chapel adalah tidak benar. Hal ini dikatakan Ami dalam konferensi pers di Gedung Biro Rektorat USU pada Selasa, 11 Agustus 2026.
Ami memastikan chapel tetap difungsikan sebagai tempat ibadah dan hanya akan menjalani renovasi. Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas fasilitas sebagai bagian dari proses revitalisasi dan optimalisasi fungsi Chapel USU.
“Renovasi yang merupakan bagian dari revitalisasi dilakukan untuk pengembangan infrastruktur kampus, bukan sebagai upaya menutup atau menghilangkan fungsi rumah ibadah tersebut. Proses renovasi memperhatikan kebutuhan sivitas akademika, khususnya pembelajaran bidang kerohanian,” kata Ami.
Sementara, anggota Persekutuan Iman Warga Kristen (PIWK), Fritz Bonar Panggabean mengapresiasi dan mendukung terhadap kebijakan kampus dalam tindakan revitalisasi dan optimalisasi fungsi chapel USU. Bonar juga menjelaskan ayahnya, Hotman Panggabean adalah salah satu dosen pendiri chapel ini sehingga ia juga merasa bagian dari chapel itu sendiri.
“Ada fungsi chapel yang sudah kurang pas dan itu mau dikembalikan. Pihak USU sangat mengakomodir. Jadi ya kita kenapa menolak? Sebagian dari orang tua kami ikut juga dulu membangun ini, nah, ini ada pengembangan yang kita rasa lebih baiklah. Jadi kita berterima kasih,” ucap Bonar.
Bonar menambahkan dalam masa renovasi tersebut, pihak kampus tetap memfasilitasi pendeta dan jemaah lain menggunakan Gelanggang Mahasiswa USU sebagai ruang ibadah. Menurutnya, keputusan tersebut untuk memastikan mahasiswa dan civitas kampus tetap dapat melangsungkan ibadah dengan baik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....