Komunitas Motor Listrik Binaan PLN UID Sumut Gelar Edukasi Motor Ramah Lingkungan

  • 25 Jul 2026 15:41 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan – Guna mendukung energi terbarukan, PLN UID Sumatera Utara sukses melahirkan komunitas motor listrik berbasis sekolah yang dibentuk di SMK Muhammadiyah 9 Medan. Komunitas ini menyelenggarakan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang konversi motor listrik.

SMK Muhammadiyah 9 Medan merupakan penerima manfaat atas Program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) PLN UID Sumut yang dilaksanakan sejak 2025. Agung Suprayetno, salah satu pegiat komunitas menjelaskan proses konversi motor listrik kepada 100 masyarakat yang hadir. Ia juga menjelaskan mengenai manfaat penggunaan kendaraan listrik, serta kesiapan bengkel konversi dalam mendukung percepatan transisi energi di Indonesia.

Agung yang juga merupakan salah satu guru otomotif SMK Muhammadiyah 9 Medan, menyampaikan kondisi kelangkaan BBM yang terjadi belakangan ini menjadi momentum bagi masyarakat untuk mulai mempertimbangkan penggunaan energi alternatif.

"Di tengah kelangkaan BBM, sudah saatnya kita mulai mengenal dan memanfaatkan energi alternatif. Konversi motor berbahan bakar minyak menjadi motor listrik merupakan salah satu solusi yang dapat mendukung mobilitas masyarakat agar lebih efisien, hemat biaya operasional, dan ramah lingkungan," ujarnya pada acara sosialisasi, di SMK Muhammadiyah 9 Medan, Kamis 23 Juli 2026.

Ia mengatakan sekolah memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik melalui pendidikan vokasi dan layanan konversi. Ia menuturkan, ketika sekolah siap menjadi pusat pembelajaran sekaligus pusat konversi motor listrik, langkah kecil yang dilakukan hari ini akan menjadi perubahan besar bagi masa depan energi di Indonesia.

Dalam kegiatan sosialisasi dan edukasi tersebut, masyarakat yang hadir juga turut serta merasakan uji coba motor berbahan bakar minyak yang sudah berhasil dikonversi. Salah satu peserta, Hafiz, mengatakan motor listrik terasa lebih ringan dan suaranya lebih halus

“Selama ini saya belum pernah pakai motor listrik. Keren juga, padahal jenis motor yang dikonversi ini seperti motor saya sehari-hari, jadi ringan, dan lebih enak dikendarai. Dan tadi saya lihat daya Listrik yang dipakai untuk mengisi daya motornya juga tidak terlalu besar,” ujarnya.

Terpisah, GM PLN UID Sumatera Utara, Mundhakir, mengatakan kehadiran program konversi dan workshop bengkel listrik ini hadir sebagai komitmen PLN dalam mendukung pengembangan ekosistem kendaraan lustrik. Program ini sekaligus memperkuat pendidikan vokasi di Sumatera Utara.

“PLN tidak hanya berperan dalam menyediakan energi listrik yang andal, tetapi juga mendorong terbentuknya ekosistem kendaraan listrik yang berkelanjutan. Kami berharap para guru SMK yang sudah memiliki kompetensi yang relevan dapat terus menularkannya kepada peserta didik.” ujarnya.

Budi Syahputra, selaku mitra pelaksana program TJSL, menyebut sejak diberikan pelatihan dan pendampingan vokasi tahun lalu, komunitas binaan PLN UID Sumut sudah berhasil melakukan konversi motor berbahan bakar minyak sebanyak empat unit sepeda motor.

Ia juga menjelaskan motor-motor tersebut sudah mengantongi dokumen resmi yang diterbitkan oleh Kementerian Perhubungan, yang menyatakan kendaraan bermotor tersebut telah lolos uji teknis dan layak jalan.

“Workshop bengkel listrik yang diinisiasi di SMK Muhammadiyah 9 juga sudah mengantongi izin bengkel tipe B. Perlahan kehadiran komunitas ini akan kita dukung untuk mulai melakukan unjuk kerja hingga komersil untuk mulai aktif melakukan konversi motor bahan bakar minyak menjadi bahan baterai Listrik ke masyarakat luas,” ucapnya.

Ia menambahkan, untuk melahirkan ekosistem yang lebih massif, pihaknya juga telah mulai menyiapkan salah satu kegiatan kompetisi motor listrik berbasis sekolah. Kegiatan ini direncanankan akan dijalankan sebelum akhir tahun 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....