Pelatihan Barista untuk Difabel di Medan Berakhir, 17 Peserta Lulus Uji Kompetensi
- 16 Jul 2026 12:51 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan – Program Pelatihan Barista bagi penyandang disabilitas yang diselenggarakan Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan Tahun Anggaran 2026 resmi berakhir pada Senin, 13 Juli 2026. Sebanyak 20 peserta dari Rumah Difabel Sharaswaty selanjutnya mengikuti uji kompetensi pada Selasa, 14 Juli 2026 sebagai syarat memperoleh sertifikat pelatihan.
Koordinator Pelatihan sekaligus Sekretaris LPK Kopi Kreatif Indonesia, Fadli Hazmi, mengatakan pelatihan tersebut menjadi pengalaman pertama bagi lembaganya dalam memberikan pelatihan barista khusus bagi peserta penyandang disabilitas. Ia mengatakan kegiatan itu dilaksanakan bekerja sama dengan Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan.
Fadli mengatakan peserta berasal dari berbagai ragam disabilitas, seperti tuna rungu, tuna daksa, autisme, hingga down syndrome. Ia mengakui pelaksanaan pelatihan menjadi pembelajaran bagi penyelenggara untuk menyesuaikan metode mengajar, pendampingan, serta sarana yang dibutuhkan peserta.
"Ini baru pertama kali kami melaksanakan pelatihan dengan peserta dari kalangan difabel. Ke depan tentu akan ada evaluasi, baik dari kapasitas pelatihan, tenaga pendamping, maupun sarana dan prasarana agar pelaksanaannya semakin baik," ujarnya.
Fadli berharap pelatihan tersebut dapat membuka peluang kerja bagi penyandang disabilitas, khususnya di industri kafe dan restoran. Menurutnya, penyandang disabilitas juga memiliki kesempatan yang sama untuk berkarier sebagai barista apabila mendapatkan pelatihan yang tepat.
Fadli menambahkan fasilitas pelatihan yang digunakan merupakan fasilitas standar lembaga pelatihan kerja, baik mesin kopi manual maupun digital. Namun, penyampaian materi dilakukan dengan pendekatan yang lebih perlahan agar mudah dipahami seluruh peserta. Sertifikat pelatihan dari Dinas Ketenagakerjaan dapat digunakan dalam jangka panjang, sedangkan sertifikat kompetensi dari BNSP memiliki masa berlaku selama tiga tahun.
Sementara, Founder Khadijah Sharaswaty Indonesia, Dewi Natadiningrat, mengatakan dari 20 peserta yang mengikuti pelatihan, sebanyak 17 orang dinyatakan lulus uji kompetensi. Tiga peserta yang belum lulus terdiri atas peserta dengan kategori tuna grahita, tuna grahita dan tuna rungu, serta tuna rungu.
"Memang saya inginnya semua bisa lulus dan dapat sertifikat barista ini, tapi kita juga ga bisa memaksakan lulus. Saya berharap ilmu yang mereka dapat hari ini bisa menjadi bekal untuk membuat mereka menjadi difabel yang mandiri," kata Dewi.
Dewi juga mengungkapkan, sebelum mengikuti pelatihan sudah ada dua peserta yang bekerja sebagai room attendant di sebuah hotel. Ia berharap keterampilan barista yang diperoleh selama pelatihan dapat memperluas kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas di masa mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....