Waspada, Kabel Charger yang Terkelupas Berisiko Sebabkan Sengatan Listrik
- 30 Jun 2026 21:40 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Penggunaan kabel charger telepon seluler yang telah terkelupas masih sering diabaikan oleh masyarakat. Padahal, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko sengatan listrik, korsleting, hingga memicu kebakaran apabila tetap digunakan tanpa penanganan yang tepat.
Kabel charger yang lapisan pelindungnya rusak membuat kawat penghantar listrik di bagian dalam lebih mudah terekspos. Kondisi ini berpotensi menyebabkan arus pendek ketika kabel saling bersentuhan atau mengenai benda berbahan logam.
Selain itu, pengguna juga berisiko mengalami sengatan listrik, terutama saat memegang kabel dengan tangan basah atau ketika kabel digunakan di lingkungan yang lembap.
Dikutip dari eraspace.com salah satu tanda charger sudah tidak layak pakai yang perlu kita ketahui adalah pengisian daya yang terasa makin lama. Hal itu sering kali menjadi tanda awal bahwa charger kita sudah tidak lagi bekerja secara optimal. Dalam kondisi normal, charger seharusnya mampu mengalirkan arus listrik secara stabil agar baterai terisi dengan konsisten. Namun ketika komponen di dalam adaptor atau kabel mulai rusak, arus listrik jadi tidak konsisten dan terkadang cepat justru sangat lambat.
Pengisian daya yang tidak stabil dapat mempercepat penurunan kapasitas baterai dan membuat hp terasa cepat habis meskipun baru saja dicas. Bahkan, jika dibiarkan terus-menerus, kondisi ini bisa menjadi tanda bahwa kabel sudah aus, adaptor bermasalah, atau konektor mulai longgar sehingga perlu segera diganti sebelum merusak perangkatmu lebih jauh.
Selain membahayakan keselamatan pengguna, kabel charger yang terkelupas juga dapat merusak perangkat elektronik. Arus listrik yang tidak stabil akibat kabel yang rusak dapat mengganggu proses pengisian daya, menyebabkan baterai cepat panas, bahkan memperpendek usia pakai baterai dan komponen ponsel.
Penggunaan kabel yang rusak dalam waktu lama juga meningkatkan risiko panas berlebih. Jika dibiarkan, panas tersebut dapat memicu percikan api yang berpotensi membakar benda-benda mudah terbakar di sekitarnya, seperti kasur, sofa, tirai, atau kertas. Risiko akan semakin tinggi apabila proses pengisian daya dilakukan semalaman tanpa pengawasan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....