BBSU Bina Siswa, Guru, dan Mahasiswa dalam Program Literasi Baca Tulis 2026
- 24 Jun 2026 21:50 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Balai Bahasa Sumatera Utara (BBSU) terus mendorong penguatan budaya literasi baca tulis bagi siswa, guru, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa. Penguatan tersebut dilakukan melalui kegiatan Evaluasi dan Apresiasi Bimtek Literasi Baca Tulis Sumatera Utara 2026 yang digelar di BBPPMPV BBL Medan, Rabu, 24 Juni 2026.
Ketua Tim Pembina BBSU, Yolferi, menjelaskan acara ini merupakan puncak dari seluruh rangkaian program pembinaan literasi yang telah berjalan sejak awal 2026.
"Kegiatan ini adalah kegiatan akhir atau kegiatan puncak dari serangkaian kegiatan yang dilaksanakan oleh tim pembinaan Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara melalui tim literasi," ujar Yolferi.
Ia menyebut program pembinaan literasi ini secara total telah melibatkan sekitar 700 peserta yang terdiri dari unsur siswa, guru, hingga tenaga kependidikan di Sumatera Utara. Rangkaian program dimulai dari tahapan sosialisasi literasi baca tulis, pembekalan fasilitator, penguatan literasi kebahasaan bagi pendidik, hingga bimbingan teknis (bimtek) langsung ke sekolah-sekolah.
Adapun pada acara Evaluasi dan Apresiasi Bimtek Literasi Baca Tulis Sumatera Utara 2026, terdapat 400 peserta yang hadir langsung. Mereka berasal dari 56 sekolah yang tersebar di Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang, dengan rincian 20 SD, 16 SMP, dan 20 SMA/SMK.
Yolferi menjelaskan bahwa fokus pembinaan disesuaikan dengan jenjang pendidikan. Siswa SD mengikuti bimtek mengulas buku cerita anak, siswa SMP mengikuti pelatihan membaca cepat, sedangkan siswa SMA/SMK mengikuti pembelajaran membaca dan menulis kritis.
Melalui evaluasi ini, BBSU juga menyaring dan memberikan apresiasi berupa peringkat kepada para peserta terbaik yang telah menunjukkan prestasi selama program berlangsung. Yolferi berharap para guru pendamping dapat terus menjaga keberlanjutan budaya literasi di sekolah masing-masing, setidaknya melalui aktivitas rutin dua minggu sekali.
Selain menyasar sekolah, BBSU juga membina sekitar 600 mahasiswa dari enam perguruan tinggi dalam penulisan esai. Sebanyak 10 karya esai terbaik akan diikutsertakan pada kompetisi tingkat nasional.
Sementara, guru pendamping dari SMP Swasta Al-Imron, Indah Permata Namora, mengapresiasi BBSU serta tim fasilitator yang telah mendampingi para siswa. Menurut Indah, pelatihan membaca cepat ini membuka paradigma baru bahwa membaca bukan sekadar menyelesaikan teks, melainkan juga memahami isi bacaan secara efektif.
"Banyak terima kasih kepada Balai Bahasa yang telah memfasilitasi, terutama kepada kami SMP Swasta Al-Imron, untuk mengikuti kegiatan literasi membaca cepat. Dalam kegiatan ini, siswa-siswi dapat memahami bahwa mereka bukan hanya membaca, tetapi juga harus memahami isi bacaan dan mengukur kemampuan kecepatan membaca mereka," ujar Indah.
Ia menambahkan, melalui metode pembatasan waktu membaca artikel yang diterapkan fasilitator, anak-anak kini dapat melatih kemandirian, fokus, dan rasa percaya diri.
"Kesan kami sebagai pendamping dan anak didik sangat berkesan. Kegiatan ini menambah pengetahuan siswa, dan saya sebagai pendamping juga memperoleh pemahaman bahwa membaca adalah jendela ilmu," kata Indah.
Lebih lanjut, Indah berharap kegiatan literasi yang adaptif dan solutif seperti ini dapat terus berlanjut guna membangun kemandirian serta meningkatkan rasa percaya diri peserta didik dalam belajar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....