Sentuhan Desain Melayu Menyelimuti Stadion Utama Sumut

  • 22 Jun 2026 18:52 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan – Desain arsitektur yang menonjolkan motif pucuk rebung serta dominasi warna hijau dan kuning yang menjadi ciri khas budaya Melayu yang terlihat jelas pada Stadion Utama SUMUT. Pendekatan ini dipandang tidak hanya meningkatkan nilai estetika, tetapi juga menyampaikan makna filosofis yang mewakili identitas budaya lokal di tengah gelombang modernisasi.

Stadion Utama Sumatera Utara memadukan desain modern dengan kearifan lokal. Motif pucuk rebung terlihat pada bagian fasad Stadion Utama Sumatera Utara sebagai elemen dekoratif yang juga melambangkan pertumbuhan dan harapan. Dalam budaya Melayu, motif ini melambangkan perjalanan hidup yang terus berkembang menuju masa depan yang lebih baik.

Sementara itu, pemilihan warna hijau dan kuning juga menjadi bagian penting dari konsep desain. Warna hijau dikaitkan dengan kesuburan, kesejukan, dan nilai-nilai keagamaan, sedangkan warna kuning melambangkan kemuliaan dan keagungan dalam tradisi Melayu.

Penerapan unsur-unsur budaya dalam desain bangunan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan, khususnya Pasal 14, yang mengatur bahwa persyaratan arsitektur bagi bangunan harus mempertibangkan penampilan, keselarasan, dan keseimbangan dengan lingkungan, termasuk nilai-nilai sosial budaya setempat.

Pasal tersebut juga menjelaskan bahwa desain bangunan harus mempertimbangkan karakter lingkungan sekitar untuk menciptakan keselarasan antara fungsionalitas modern dan identitas lokal. Di sisi lain, stadion ini juga mengutamakan fungsionalitas dan kenyamanan sebagai fasilitas umum.

Hal ini sejalan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2021 tentang Bangunan, yang mengatur setiap bangunan harus memenuhi standar teknis guna menjamin keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan bagi penggunanya.

Dengan pendekatan arsitektur yang memadukan nilai-nilai filosofis dan modernitas, desain stadion ini menunjukkan bahwa pembangunan tidak perlu meninggalkan akar budaya. Sebaliknya, keduanya dapat berdampingan untuk menciptakan identitas regional yang kuat, relevan, dan berkelanjutan. Diharapkan Stadion Utama Sumut ini akan menjadi ikon regional sekaligus ruang publik yang inklusif bagi masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....