Sekolah Rakyat Siapkan Generasi Emas dari Keluarga Kurang Mampu
- 15 Jun 2026 21:27 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengunjungi Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 2 Medan dalam kegiatan open house yang digelar di Aula Sentra Bahagia Medan, Senin, 15 Juni 2026. Kegiatan tersebut diikuti ratusan calon siswa dan orang tua untuk mengenal lebih dekat konsep pendidikan Sekolah Rakyat sebelum tahun ajaran baru dimulai.
Suasana kegiatan berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Para peserta tidak hanya mendapatkan penjelasan mengenai sistem pembelajaran, tetapi juga melihat langsung fasilitas serta proses pendidikan yang diterapkan di Sekolah Rakyat.
Dalam sambutannya, Saifullah Yusuf menjelaskan sekolah rakyat merupakan program strategis Presiden Prabowo Subianto yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Program tersebut diharapkan mampu membuka akses pendidikan berkualitas sekaligus memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
Menurut Saifullah, saat ini Sekolah Rakyat telah beroperasi di lebih 100 titik di seluruh Indonesia dengan menampung lebih dari 15 ribu siswa pada jenjang SD, SMP, dan SMA. Pada tahun ajaran 2026, pemerintah menargetkan jumlah peserta didik meningkat menjadi lebih dari 32 ribu siswa di berbagai daerah.
“Ini adalah gagasan Presiden Prabowo yang dikhususkan bagi keluarga-keluarga yang paling tidak mampu agar anak-anak mereka mendapatkan kesempatan pendidikan dengan lingkungan yang berkualitas. Boleh orang tuanya belum berhasil, tetapi anak-anaknya harus memperoleh pendidikan yang baik agar menjadi Generasi Emas Indonesia 2045,” ujarnya.
Saifullah menegaskan, Sekolah Rakyat dibangun untuk melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan memiliki keterampilan yang memadai untuk menghadapi masa depan. Bahkan, menurutnya, bukan tidak mungkin lulusan Sekolah Rakyat nantinya akan menjadi pemimpin bangsa, kepala daerah, pengusaha, guru, hingga profesi lainnya yang membawa manfaat bagi masyarakat.
Saifullah juga memaparkan bahwa Sekolah Rakyat menerapkan konsep boarding school atau sekolah berasrama. Selain mendapatkan pendidikan formal di kelas, para siswa juga memperoleh pendidikan karakter melalui pendampingan wali asrama dan wali asuh setelah kegiatan belajar mengajar selesai.
“Sekolah Rakyat itu bukan hanya sekolah biasa. Ada pendidikan akademik di kelas bersama guru, tetapi juga ada pendidikan karakter di asrama yang didampingi wali asrama dan wali asuh. Tujuannya agar anak-anak tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Mensos turut menunjukkan perkembangan siswa yang telah mengikuti program Sekolah Rakyat selama hampir satu tahun. Menurutnya, banyak perubahan positif yang terlihat, mulai dari meningkatnya kedisiplinan, rasa percaya diri, hingga kemampuan belajar para siswa.
“Dulu mereka sulit fokus dan kurang percaya diri. Alhamdulillah, dengan guru-guru yang hebat dan sistem pendidikan yang baik, sekarang anak-anak kita jauh lebih percaya diri, lebih disiplin, dan lebih optimistis menghadapi masa depan,” ujarnya.
Selain itu, Saifullah menegaskan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran. Ia menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat telah menggunakan perangkat digital seperti smart board dan laptop untuk membiasakan siswa beradaptasi dengan perkembangan teknologi sejak dini.
“Anak-anak kita adalah generasi digital. Mereka harus mampu memanfaatkan teknologi untuk kebutuhan dan masa depannya, bukan justru menjadi korban teknologi,” ujarnya.
Melalui program Sekolah Rakyat, Saifullah berharap anak-anak dari keluarga kurang mampu dapat memperoleh kesempatan yang sama untuk meraih pendidikan berkualitas. Dengan bekal akademik, karakter, dan keterampilan yang memadai, mereka diharapkan menjadi generasi yang mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....