Menkomdigi Dorong Siswa SMK Kuasai Keterampilan Jaringan Fiber Optik

  • 14 Jun 2026 11:13 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid mendorong para siswa Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) untuk menguasai keterampilan jaringan fiber optik. Hal ini guna memenuhi kebutuhan tenaga teknis secara mandiri, tanpa harus bergantung pada tenaga dari luar daerah.

“Karena ke depan kita punya konsep bahwa jaringan-jaringan fiber optik di berbagai daerah tidak perlu lagi tenaga kerjanya dikirim dari Jawa atau daerah lain. Kalau di sini talentanya sudah mampu, maka ini menjadi lapangan kerja baru bagi teman-teman yang ada di daerah," ujar Meutya Hafid dalam acara Pelatihan Jaringan Fiber Optik untuk Siswa SMK, di SMK Multi Karya Medan, Sabtu, 13 Juni 2026.

Meutya mengatakan pemerintah berkomitmen memperluas konektivitas hingga menjangkau wilayah-wilayah yang masih mengalami keterbatasan akses internet. Semakin luas jaringan yang dibangun, semakin besar pula kebutuhan tenaga kerja terampil yang mampu melakukan instalasi, perbaikan, dan pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi.

"Jaringan-jaringan itu selalu memerlukan perhatian. Kalau sudah cukup lama digunakan, pasti memerlukan sentuhan tangan manusia, perbaikan, dan perawatan secara berkala," ucap Meutya.

Kebutuhan tersebut sejalan dengan tingginya penggunaan internet di kalangan anak muda. Meutya menyebut rata-rata masyarakat di Indonesia menggunakan internet selama delapan jam per hari, dan sekitar 60 hingga 70 persen dari pengguna internet berasal dari kalangan muda.

"Anak-anak mudalah yang paling banyak memanfaatkan teknologi ini. Karena itu, kita berharap mereka tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi pihak yang merawat infrastruktur yang mendukung konektivitas tersebut," kata Meutya.

Program pelatihan jaringan fiber optik untuk siswa SMK tersebut menjadi bagian dari strategi Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital (DJID) Kemkomdigi, dalam mendukung target pembangunan infrastruktur fixed broadband nasional.

Pemerintah menargetkan penetrasi layanan fixed broadband mencapai 50 persen populasi Indonesia pada periode 2025–2029. Saat ini capaian penetrasi baru berada di kisaran 25 persen populasi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....