Masjid Raya Sumatera Barat, Satukan Nilai Budaya dan Ibadah

  • 30 Mei 2026 11:10 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan – Salah satu ikon arsitektur daerah yang sarat nilai budaya juga pusat ibadah umat Islam adalah Masjid Raya Sumatera Barat. Bangunan ini menjadi representasi kuat identitas Minangkabau yang diterjemahkan melalui pendekatan visual yang khas dan berbeda dari masjid pada umumnya.

Dalam kajian desain grafis, bangunan ini dapat dianalisis melalui salah satu elemen utama, yaitu bentuk.

Atap masjid yang menyerupai gonjong ciri khas rumah adat Minangkabau menjadi fokus visual yang dominan. Bentuk ini secara dasar mengacu pada geometri segitiga, namun dikembangkan menjadi struktur yang lebih dinamis dan ekspresif. Pengolahan bentuk tersebut menciptakan kesan monumental sekaligus memperlihatkan ritme visual yang berulang.

Dilansir dari laman resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, arsitektur tradisional Minangkabau memang identik dengan bentuk atap melengkung ke atas yang melambangkan tanduk kerbau serta filosofi kemenangan dan kehormatan. Nilai ini kemudian diadaptasi dalam desain Masjid Raya Sumatera Barat sebagai simbol kearifan lokal yang tetap relevan dalam bangunan modern.

Selain bentuk geometris yang tegas, masjid ini juga menampilkan bentuk non geometris melalui ornamen ukiran pada fasad bangunan. Motif-motif tersebut cenderung organik, mengalir, dan kaya detail, mencerminkan kekayaan seni tradisional Minangkabau. Perpaduan antara bentuk geometris dan non-geometris ini menghasilkan komposisi visual yang seimbang serta memperkuat karakter estetika bangunan.

Dilansir dari situs resmi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, desain Masjid Raya Sumatera Barat juga memiliki makna filosofis yang mendalam. Bentuk atapnya tidak hanya terinspirasi dari rumah gadang, tetapi juga melambangkan bentangan kain yang dipegang oleh empat suku sebagai simbol persatuan dan musyawarah dalam masyarakat Minangkabau.

Ayu, seorang mahasiswa dan juga masyarakat Sumatera Barat, mangatakan desain masjid memiliki daya tarik yang berbeda. “Bentuknya unik dan terasa punya makna budaya, bukan hanya sekadar desain biasa,” ujarnya.

Sementara, Ihsan masyarakat lama beromisili di Sumatera Barat menilai adanya kedekatan antara desain masjid dan identitas lokal. “Langsung teringat rumah gadang, ada ciri khas daerah,” katanya.

Melalui pendekatan visual yang kuat, Masjid Raya Sumatera Barat menunjukkan bahwa elemen bentuk dalam desain tidak hanya berfungsi sebagai estetika, tetapi juga sebagai media komunikasi budaya. Bangunan ini menjadi bukti bahwa prinsip desain grafis dapat hadir dalam arsitektur nyata, menyampaikan pesan, nilai, dan identitas dalam satu kesatuan visual yang utuh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....