Inovasi Visual Desain Grafis dalam Regulasi Iklan Nasional
- 22 Mei 2026 14:46 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan – Industri minuman ringan di Indonesia kini memasuki babak baru dalam strategi desain komunikasi visual. Inovasi dalam visual produk tidak lagi hanya mengedepankan aspek estetika yang menarik perhatian, tetapi telah bertransformasi menjadi instrumen edukasi kesehatan bagi masyarakat.
Perubahan ini terlihat pada penyesuaian elemen grafis dan tata letak informasi pada kemasan yang kini lebih mengutamakan transparansi data bagi konsumen di ruang publik.
Berdasarkan data dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), desain periklanan saat ini wajib berfungsi sebagai media informasi publik yang krusial. Hal ini diperkuat dengan penerapan Peraturan BPOM Nomor 31 Tahun 2018 yang mengatur tentang Label Pangan Olahan.
Regulasi tersebut mewajibkan setiap perancang visual untuk mencantumkan tabel informasi nilai gizi dengan hierarki desain yang jelas dan mudah dibaca oleh setiap lapisan konsumen.
Dalam berbagai kampanye visual terbaru, terlihat pergeseran signifikan di mana elemen informasi kandungan bahan produk diintegrasikan secara kontras. Kandungan seperti kadar gula kini tidak lagi diletakkan sebagai catatan kaki yang kecil, melainkan menjadi bagian utama dari tanggung jawab informasi dalam desain iklan digital maupun cetak.
Langkah inidiambil guna memastikan bahwa setiap karya desain grafis di sektor industri makanan dan minuman memenuhi standar literasi gizi yang ditetapkan pemerintah.
| Baca juga: Pentingnya Kemasan Baru, Daya Pikat Baru |
Selain penggunaan tipografi yang jelas, aspek psikologi warna dalam desain juga harus bersinergi dengan standar keamanan pangan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Salah satu inovasi visual yang strategis adalah integrasi logo “Pilihan Lebih Sehat” atau simbol centang hijau pada varian produk tertentu.
Elemen desain baru ini berfungsi sebagai panduan visual cepat bagi masyarakat untuk mengenali produk yang telah memenuhi kriteria kesehatan tertentu sesuai standar nasional.
Menurut data profil industri nasional dari Kemenperin, desain iklan yang mengedepankan aspek kesehatan dan keberlanjutan memiliki efektivitas yang tinggi. Riset menunjukkan bahwa tingkat penerimaan publik terhadap desain yang informatif mencapai 30% lebih tinggi, terutama di kalangan masyarakat perkotaan yang memiliki literasi gizi yang baik.
Dengan demikian, desainer grafis saat ini dituntut untuk menyeimbangkan antara kreativitas visual dengan kepatuhan terhadap regulasi pemerintah demi keamanan konsumen.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....