Menjelajah Taj Mahal di Kisaran
- 22 Mei 2026 14:47 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan –Inovasi visual dalam pembangunan rumah ibadah kini tidak lagi sekadar mengejar fungsi, melainkan juga menghadirkan kemegahan arsitektur yang mampu menjadi identitas sebuah daerah. Masjid Agung H. Achmad Bakrie di Kisaran menghadirkan terobosan dengan mengadopsi gaya Taj Mahal yang dikombinasikan dengan sentuhan khas lokal. Penggunaan kubah besar yang dikelilingi menara-menara tinggi memberikan kesan megah dan monumental, menciptakan sebuah pemandangan visual yang memukau dan belum pernah ada sebelumnya di wilayah Kabupaten Asahan.
Dilansir dari Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Asahan, kehadiran Masjid Agung ini telah bertransformasi menjadi magnet wisata religi utama yang mendongkrak kunjungan wisatawan ke Kota Kisaran. Desain yang ikonik dan lingkungan yang tertata rapi di sekitar Alun-alun menjadikan tempat ini bukan hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai ruang publik yang memiliki nilai estetika tinggi bagi warga maupun pendatang.
Jika kita melihat lebih dekat pada foto kampanye elemen desain kali ini, fokus utama tertuju pada perpaduan warna putih bersih dan ornamen kuning keemasan yang melapisi struktur bangunannya. Elemen desain ini mengandung makna tentang kesucian sekaligus kemuliaan, yang merupakan inti dari pesan keagamaan. Gaya arsitektur yang sering disebut sebagai “Taj Mahal Rasa Melayu” ini menonjolkan detail pilar dan kubah yang sangat simetris, menciptakan irama visual yang tenang namun tetap terlihat berwibawa bagi siapa pun yang memandangnya dari kejauhan.
Perspektif mengenai keindahan desain ini juga dirasakan secara emosional oleh masyarakat asli Asahan. Pahrel, salah seorang warga lokal yang sering menghabiskan waktu di area masjid. Ia mengatakan desain bangunan ini memberikan rasa bangga tersendiri bagi dirinya dan warga lainnya.
“Dulu kita tidak menyangka di Kisaran bakal ada bangunan semegah ini dengan model mirip Taj Mahal,” ucapnya.
Ia juga mengugkapkan desain putih bersih dan luas pada bangunan masjid membuat suasana hati jadi adem. “Bagi saya, bentuk masjid yang seperti ini bukan Cuma tempat salat, tapi sudah jadi simbol kemajuan kota kami yang bikin orang luar pun tertarik datang ke Asahan,” kata Pahrel.
Inovasi pada desain arsitektur Masjid Agung H. Achmad Bakrie membuktikan bahwa sebuah bangunan dapat berbicara banyak melalui bentuk fisiknya. Perpaduan gaya Mughal dan Melayu ini bukan hanya soal estetika, melainkan juga bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai luhur dan simbol kemajuan bagi masyarakat Asahan.
Melalui tugas elemen desain ini, kita memahami bahwa keindahan visual yang terencana dengan baik dapat menciptakan harmoni antara fungsi religi, identitas budaya, dan kebanggaan publik yang akan terus bertahan melintasi waktu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....