Cuaca Sumut Masa Peralihan, Waspada Hujan dan Angin
- 13 Mei 2026 19:41 WIB
- Medan
RREI.CO.ID, Medan - Stasiun Klimatologi BMKG Sumatera Utara menyebut wilayah Sumatera Utara saat ini sedang berada pada masa peralihan dari musim penghujan menuju musim kemarau.
Koordinator Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Sumatera Utara, Novel Simanjuntak mengatakan secara umum sekitar 60 persen wilayah Sumatera Utara masih pada musim hujan, sementara sekitar 40 persen wilayah lainnya telah memasuki musim kemarau.
“Sumatera Utara dibagi ke dalam 24 zona musim, sehingga waktu pergantian musim di setiap wilayah bisa berbeda-beda dan tidak selalu mengikuti batas administrasi daerah,” ujarnya kepada RRI, Selasa, 12 Mei 2026.
Ia menjelaskan beberapa wilayah di pesisir timur seperti sebagian daerah Deli Serdang, Serdang Bedagai, Simalungun bagian bawah, Asahan, Tanjung Balai, hingga Labuhan Batu masih berada pada musim kemarau. Sementara wilayah pegunungan seperti Karo, Dairi, dan Samosir saat ini berada dalam fase transisi musim.
Sementara itu, untuk wilayah Medan diperkirakan pada awal Mei masih mengalami hujan, namun pada akhir Mei hingga Juni akan mulai memasuki musim kemarau dengan puncaknya diprediksi terjadi pada Juni hingga Juli.
Di masa peralihan musim ini, masyarakat diminta tetap mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang dan petir dalam beberapa hari ke depan.
Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi oleh fenomena pemanasan suhu permukaan laut di Samudera Hindia yang memicu terbentuknya awan hujan di wilayah sekitar khatulistiwa.
“Dalam sepekan ke depan beberapa wilayah Sumatera Utara berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang dan petir,” katanya.
Ia menambahkan fenomena iklim global seperti El Nino dan La Nina saat ini belum memberikan pengaruh signifikan terhadap kondisi cuaca di Sumatera Utara.
BMKG pun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, menjaga kebersihan saluran air, serta memangkas pohon yang sudah tua untuk menghindari risiko tumbang saat terjadi angin kencang.
Selain itu, petani juga diimbau memanfaatkan sisa musim hujan untuk memulai masa tanam serta menyiapkan sistem irigasi guna mengantisipasi memasuki musim kemarau dalam beberapa waktu ke depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....