Keterlibatan Negara Penentu Laju Digitalisasi Penyiaran
- 05 Apr 2026 21:10 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Perkembangan penyiaran di Indonesia saat ini masih berada dalam proses transformasi dari sistem konvensional menuju digital. Namun, laju peralihannya dinilai masih belum optimal.
Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Sumatera Utara, Iskandar Zulkarnain, mengatakan proses transformasi tersebut berjalan lebih lambat dibandingkan negara lain. Termasuk di kawasan Asia Tenggara.
“Transformasi itu berjalan, tapi saya lihat masih lambat dibandingkan negara-negara lain. Bahkan di Asia Tenggara kita masih tertinggal,” ujar Iskandar, Jumat 3 April 2026.
Iskandar menyebut keterlibatan negara menjadi faktor penting dalam mempercepat transformasi penyiaran digital. Hal ini karena berkaitan langsung dengan kepentingan publik.
“Negara harus bertanggung jawab, karena penyiaran itu terkait penyebaran informasi untuk menjaga integritas bangsa dan keamanan negara. Jika proses transformasi dari penyiaran konvensional ke digital ini negara tidak ikut terlibat akan merugikan bagi negara," kata Iskandar.
Selain itu, pelaku industri penyiaran juga dituntut untuk segera beradaptasi agar tidak kehilangan audiens di tengah perubahan ekosistem media. Menurutnya, jika tidak ikut dalam transformasi digital bisa ditinggalkan masyarakat, bangkrut, bahkan tutup.
"Seperti media cetak banyak yang tidak bertahan, karena lambat dalam melakukan penyesuaian atau adaptasi ke platform digital,” ucap Iskandar.
Menurutnya, kesiapan masyarakat juga menjadi tantangan tersendiri dalam proses ini sehingga diperlukan sinergi semua pihak.
“Negara, pemilik media, dan masyarakat harus bersinergi, karena sekarang sudah masuk ekosistem digital. Penyiaran kita di Indonesia harus melakukan literasi digital besar-besaran” kata Iskandar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....