THR Anak Jadi Sarana Edukasi Keuangan sejak Dini
- 27 Mar 2026 15:31 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Tunjangan Hari Raya (THR) merupakan pendapatan tambahan yang umumnya diberikan kepada pekerja menjelang Hari Raya Idul Fitri sebagai bentuk apresiasi sekaligus bantuan untuk memenuhi kebutuhan selama perayaan. Namun, seiring perkembangan tradisi di masyarakat, makna THR mengalami pergeseran. Tidak hanya diberikan kepada pekerja, THR kini juga identik dengan kebiasaan berbagi rezeki kepada anak-anak dalam bentuk “salam tempel”. Tradisi ini pun menjadi salah satu momen yang paling dinantikan oleh anak-anak setiap Lebaran.
Dilansir dari unair.ac.id, THR berasal dari kebiasaan sedekah dalam ajaran Islam yang kemudian berkembang di masyarakat. Praktik ini sudah ada sejak masa Kerajaan Mataram Islam, ketika raja dan bangsawan memberikan uang kepada rakyat sebagai bentuk rasa syukur setelah menjalankan ibadah puasa. Tradisi tersebut kemudian diwariskan dan berkembang menjadi budaya berbagi saat Idul Fitri seperti yang dikenal sekarang.
Meskipun terlihat sederhana, pemberian THR kepada anak tidak hanya sekadar menghadirkan kebahagiaan sesaat. Momen ini juga bisa dimanfaatkan sebagai kesempatan emas bagi orang tua untuk mengajarkan anak tentang pengelolaan keuangan sejak dini. Agar THR anak tidak habis tanpa makna, berikut beberapa tips mengelola THR anak dengan bijak.
Pertama, ajarkan anak tentang konsep uang. Anak-anak yang telah berusia empat tahun ke atas umumnya sudah mampu diperkenalkan pada dasar-dasar keuangan seperti pendapatan, pengeluaran, menabung, dan berbagi. Orang tua juga dapat mengenalkan berbagai pecahan uang serta nilainya. Edukasi ini tidak perlu dilakukan secara terburu-buru, karena pemahaman tentang uang membutuhkan proses yang bertahap hingga anak benar-benar mengerti.
Kedua, manfaatkan momen ini untuk membuka tabungan. THR bisa menjadi langkah awal bagi anak untuk belajar menabung. Selain melatih kebiasaan positif, tabungan ini juga dapat digunakan untuk kebutuhan anak di masa mendatang. Saat ini, banyak bank yang menyediakan rekening khusus anak dengan biaya administrasi yang ringan, sehingga memudahkan orang tua dalam mengelola keuangan anak.
Ketiga, libatkan anak dalam setiap keputusan keuangan. Dengan melibatkan anak, mereka akan belajar bertanggung jawab terhadap uang yang dimiliki. Orang tua dapat mengajak anak berdiskusi mengenai berapa jumlah yang akan ditabung, dibelanjakan, atau bahkan disumbangkan. Ketika anak ingin membeli sesuatu, ajak mereka mempertimbangkan pilihan dan biarkan mereka melakukan pembayaran sendiri sebagai pengalaman belajar yang berharga.
Keempat, manfaatkan momen ini untuk mengajarkan berbagi. Idul Fitri merupakan waktu yang tepat untuk mengenalkan konsep zakat, infak, dan sedekah kepada anak. Orang tua bisa mengajak anak untuk berdonasi, berbagi makanan, atau membantu mereka yang membutuhkan. Hal ini penting untuk menanamkan nilai empati dan kepedulian sejak dini.
Kelima, jangan lupakan investasi. Jika jumlah THR anak cukup besar, orang tua dapat mempertimbangkan untuk mengalokasikan sebagian dana ke dalam bentuk investasi, seperti logam mulia atau reksa dana. Tentunya, pemilihan instrumen investasi harus disesuaikan dengan pengetahuan dan tingkat risiko yang dipahami oleh orang tua.
Pada akhirnya, pengelolaan THR anak bukan hanya tentang bagaimana uang tersebut digunakan, tetapi juga tentang bagaimana orang tua dapat membentuk kebiasaan finansial yang baik sejak dini. Dengan pendampingan yang tepat, THR tidak hanya menjadi kebahagiaan sesaat, tetapi juga menjadi langkah awal dalam membangun masa depan keuangan anak yang lebih bijak dan terarah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....