Coretan Lena Hadirkan Bacaan Reflektif Bertema Cinta

  • 27 Mar 2026 09:45 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan – Novel “Untukmu, yang (Tak Sempat) Kumiliki” karya Coretan Lena hadir sebagai bacaan reflektif yang mengangkat tema cinta, kehilangan, dan pendewasaan diri. Buku ini diterbitkan oleh Gradien Mediatama dan pertama kali terbit pada September 2025. Mengangkat realitas hubungan di kalangan generasi muda, buku ini berbicara tentang perasaan mencintai yang tidak selalu berujung pada memiliki.

Coretan Lena menggambarkan bahwa jatuh cinta bukan hanya soal kebahagiaan, tetapi juga tentang kesiapan menerima kesendirian dan kenyataan yang tidak sesuai harapan. Cerita berpusat pada tokoh “Aku” yang sempat menutup diri dari perasaan akibat luka masa lalu. Hingga suatu hari, hadir sosok baru yang perlahan menghidupkan kembali harapan dan rasa aman.

Kehadirannya datang dengan tenang, tanpa banyak janji, namun cukup memberi keyakinan bahwa luka bisa perlahan sembuh. Salah satu kekuatan utama buku ini adalah pesan bahwa melepaskan merupakan tahap terakhir dari sebuah cinta.

Coretan Lena menempatkan kegagalan cinta bukan sebagai sesuatu yang memalukan, melainkan sebagai bentuk keberanian untuk memilih ketenangan diri. Proses emosional tokoh utama digambarkan secara runtut, mulai dari mempertanyakan perasaan, mencari makna, hingga akhirnya berdamai dengan kenyataan bahwa tidak semua cinta harus dimiliki.

Penulis menggunakan gaya sederhana dan lugas, menyerupai curahan hati. Narasi terasa dekat dengan pembaca, seolah-olah sedang membaca tulisan seorang teman. Buku ini juga dilengkapi ruang kosong untuk menulis, yang memberi kesempatan bagi pembaca untuk merefleksikan perasaan mereka sendiri.

Meski demikian, ada sedikit catatan. Karakter selain tokoh “Aku”, terutama sosok yang menjadi objek cinta, tidak banyak digali secara mendalam. Hal ini membuat dinamika hubungan terasa lebih berfokus pada perasaan internal tokoh utama.

Namun, pendekatan ini tetap selaras dengan tujuan buku yang menitikberatkan pada perjalanan emosional pribadi. Buku ini layak dibaca oleh siapa saja yang sedang berada dalam proses pendewasaan emosional dan belajar berdamai dengan hal-hal yang tidak bisa dimiliki.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....