Penentuan 1 Syawal, BBMKG Medan Lakukan Pemantauan Hilal di Sumatera utara
- 19 Mar 2026 17:06 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan melakukan pemantauan hilal di kantor Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Kamis 19 Maret 2026. Kepala BBMKG Wilayah I Medan, Hendro Nugroho, mengatakan pemantauan hilal di wilayah Sumut dilakukan sesaat setelah matahari terbenam, dengan rentang waktu yang sangat terbatas.
“Data dari kami, matahari terbenam di Medan itu pukul 18.36 WIB, sementara bulan terbenam pukul 18.50 WIB. Jadi hanya punya waktu sekitar 15 menit untuk pengamatan, ini sangat krusial,” ujarnya.
Ia menjelaskan, berdasarkan kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), hilal dapat diamati apabila memiliki tinggi minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.
“Secara kriteria MABIMS, hilal itu bisa diamati kalau tingginya minimal 3 derajat dan elongasinya 6,4 derajat,” ujarnya.
Hendro menyebut berdasarkan data BMKG, posisi hilal di wilayah barat Indonesia sebenarnya sudah mendekati kriteria visibilitas. Namun belum sepenuhnya memenuhi syarat yang ditetapkan.
“Di wilayah barat Indonesia, seperti Sabang, tinggi hilal sudah sekitar 3,1 derajat dan elongasinya 6,1 derajat. Tapi ini masih belum memenuhi kriteria MABIMS,” ucapnya.
Meski demikian, pihaknya tetap melakukan pemantauan secara maksimal, dan menunggu hasil rukyatul hilal sebagai dasar penetapan awal bulan.
“Kita tunggu apakah hilal bisa terlihat. Kalau pun belum, nanti kita serahkan keputusan kepada Kementerian Agama,” kata Hendro.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....