Menelusuri Warisan Budaya Temu Manten di Sumatera Utara
- 18 Nov 2025 15:04 WIB
- Medan
KBRN, Medan: Tradisi Nemok atau Temu Manten merupakan salah satu warisan budaya Jawa yang mengandung nilai-nilai luhur dan simbol kesetiaan dalam ikatan pernikahan. Upacara adat ini memperlihatkan penyatuan dua mempelai dalam suasana sakral, diiringi kehadiran janur kuning dan kembang mayang yang menjadi perlambang kesucian serta ketulusan cinta antara pasangan.
Dilansir dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), prosesi Temu Manten termasuk dalam kategori warisan budaya takbenda yang menggambarkan nilai moral, etika, serta kearifan lokal yang patut dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus.
Tokoh masyarakat Jawa di dusun V Sali Pot-pot , Pak Diaruddin, menjelaskan, setiap unsur dalam prosesi tersebut memiliki makna mendalam. “Janur melambangkan kesetiaan dan harapan panjangnya usia rumah tangga, sementara kembang mayang menggambarkan kesucian dan cinta yang tulus”, ungkapnya.
Sementara itu, Indri Kurniati, salah seorang pengantin yang baru melangsungkan Temu Manten, mengaku bangga masih dapat mempertahankan tradisi ini. “Saya merasa terhormat bisa menjalankan adat ini, walaupun zaman sudah modern, nilai-nilai seperti ini tetap penting untuk dijaga”, ujarnya.
Tradisi Temu Manten menjadi bukti, bahwa budaya Jawa, masih hidup dan berakar kuat di tengah masyarakat. Nilai-nilainya yang luhur terus memberikan teladan tentang cinta, kesetiaan, dan penghormatan terhadap warisan leluhur di Sumatera Utara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....