Temu Manten, Rangkaian Upacara Pernikahan Adat Jawa

  • 17 Mar 2025 11:16 WIB
  •  Medan

KBRN, Medan: Pernikahan adat Jawa memiliki serangkaian proses yang unik dan menarik, satu diantaranya temu manten. Temu manten atau yang sering disebut upacara panggih merupakan upacara pernikahan adat Jawa yang masih sering dilakukan sampai saat ini. Upacara ini sebagai simbol penghubung dua keluarga yang melangsungkan pernikahan.

Dilansir dari warta.jogjakota.go.id, 17/03/2025, upacara panggih temanten adalah upacara pertemuan antara pengantin putra dengan pengantin putri. Upacara ini merupakan upacara puncak dalam perkawinan adat masyarakat Jawa dan menjadi upacara terpenting karena mempelai ditetapkan secara sah menjadi suami isteri.

Rangkaian proses temu manten berbeda-beda di setiap daerah, tergantung dengan kebiasaan masing-masing di daerah tersebut. Biasanya, temu manten dipandu oleh dukun manten yang akan mengarahkan pengantin perempuan dan pengantin laki-laki.

Bapak Wagino salah satu dukun manten dari Kabupaten Asahan mengatakan bahwa temu manten biasanya diawali dari gulungan sirih yang dilempar kedua mempelai, dilanjutkan dengan kedua mempelai beserta keluarga mengelilingi tempat untuk penginjakan telur.

“Biasanya kalau temu manten didaerah kita itu diawali dari kedua mempelai yang saling melempar gulungan sirih, kemudian kedua mempelai berputar bersama dengan keluarga, dilanjutkan dengan janji pengantin pria dan wanita, menginjak telur mentah oleh pengantin pria lalu kakinya dibersihkan penganti wanita, dilanjutkan do’a dan sampai akhirnya menuju pelaminan untuk melakukan sungkeman”, ujar Bapak Wagino kepada RRI Medan, 17/03/2025.

Ibu Waginem selaku masyarakat yang pernah mengadakan pernikahan dengan adat Jawa juga mengatakan bahwa ketika temu manten ada kembar mayang yang dibawa oleh gadis perawan dan pria perjaka, yang kemudian kembar mayang ditukar.

“Biasanya temu manten itu selalu ada kembar mayang yang dibawa gadis perawan dan pria perjaka, lalu kembar mayangnya ditukar”, ujar Ibu Waginem.

Pernikahan adat Jawa, yang melibatkan beragam prosesi seperti temu manten menunjukkan kekayaan budaya yang masih dijunjung tinggi oleh masyarakat Jawa meskipun zaman terus berkembang. Maka dari itu, perlunya menjaga budaya agar tetap lestari dan sampai ke anak cucu.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....