Merdang Merdem, Tradisi Syukur Suku Karo Usai Musim Panen
- 30 Jan 2025 10:52 WIB
- Medan
KBRN, Medan: Merdang Merdem, atau yang dikenal juga sebagai Kerja Tahun, merupakan perayaan adat yang telah lama dilaksanakan oleh Suku Karo di Provinsi Sumatera Utara. Tradisi ini telah diwariskan secara turun-temurun dan dilaksanakan sebagai bentuk syukur setelah musim panen selesai.
Budaya ini menjadi wujud rasa terima kasih kepada Sang Pencipta atas kelancaran hasil pertanian sekaligus sebagai doa agar musim tanam berikutnya juga diberi kelancaran. Selain itu, Merdang Merdem bertujuan untuk mempererat kedamaian antarwarga serta membangun komunikasi yang baik dalam masyarakat.
Perayaan ini juga menampilkan seni yang khas, melibatkan pertunjukan musik, tari, dan nyanyian. Alat musik tradisional seperti gendang, seruling, dan gong dimainkan dalam acara ini, diiringi nyanyian berbahasa Karo yang mengisahkan cerita atau pesan-pesan kehidupan.
Dwiva Ginting, seorang mahasiswa asal Suku Karo dari Kuta Gerat, Kabanjahe, mengungkapkan bahwa tradisi ini selalu diikutinya karena merupakan perayaan adat yang wajib diikuti oleh masyarakat Karo. Ia berharap agar keunikan dan nilai-nilai dalam tradisi ini dapat terus dilestarikan hingga ke generasi mendatang.
“Budaya ini adalah salah satu cara masyarakat Karo mengekspresikan rasa syukur dan kebahagiaan atas panen besar di desa,” ujar Dwiva Ginting kepada RRI Medan pada Kamis (30/1/2025).
Dwiva juga mengungkapkan bahwa melalui Merdang Merdem, Suku Karo tidak hanya merayakan hasil panen, tetapi juga menjaga warisan budaya dan memperkuat ikatan sosial antarwarga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....