Sejarah Kota Terlarang di China
- 21 Sep 2024 16:20 WIB
- Medan
KBRN, Beijing: Kota Terlarang (The Forbidden City), yang juga dikenal sebagai Museum Istana, merupakan salah satu situs bersejarah paling terkenal di China. Terletak di pusat Kota Beijing, tempat ini menyimpan sejarah kekuasaan dinasti yang berlangsung lebih dari lima abad.
Su Guoli, seorang pemandu dari Beijing Language and Cultural Centre for Diplomatic Missions, menjelaskan bahwa Kota Terlarang dibangun pada tahun 1420 oleh Kaisar Zhu Di, yang dikenal dengan gelar pemerintahan Yongle dari Dinasti Ming.
“Kota Terlarang dibangun pada tahun 1420 oleh Kaisar Zhu Di, yang dikenal dengan gelar pemerintahan Yongle dari Dinasti Ming. Pembangunan ini merupakan langkah monumental dalam sejarah, ketika ia memindahkan ibu kota dari Nanjing ke Beijing,” jelas Su Guoli kepada RRI pada Rabu (18/9/2024).
Proses pembangunan istana tersebut berlangsung selama 14 tahun, di mana 10 tahun pertama digunakan untuk persiapan, sementara 4 tahun berikutnya untuk pembangunan fisik. Istana ini menjadi kediaman kekaisaran selama lebih dari 500 tahun dan menampung 24 kaisar, terdiri dari 14 kaisar dari Dinasti Ming dan 10 kaisar dari Dinasti Qing.
“Pembangunan ini merupakan proyek besar yang memakan waktu 14 tahun, mulai tahun 1406-1420, dengan 10 tahun untuk persiapan dan hanya 4 tahun untuk konstruksi fisik. Percaya atau tidak, Kota Terlarang merupakan kompleks istana dan struktur kayu terbesar di dunia,” kata Su.
Kompleks istana tersebut mencakup area seluas 720.000 meter persegi atau sekitar 180 hektar, dengan luas bangunan mencapai 150.000 meter persegi (setara dengan 90 lapangan sepak bola). Terdiri dari 980 bangunan yang masih berdiri, kompleks ini memiliki lebih dari 70 aula dan istana.
Tata letak arsitektur Kota Terlarang mengikuti filosofi dan astronomi China. Desain bangunannya mencerminkan susunan konstelasi di langit, yaitu Tiga Yuan, yang terdiri atas Enklosur Istana Ungu, Enklosur Istana Agung, dan Enklosur Pasar Surgawi.
Pengadilan Luar mencerminkan Enklosur Istana Agung yang memiliki fungsi resmi, sedangkan Pengadilan Dalam mencerminkan Enklosur Istana Ungu, tempat tinggal kaisar dan keluarganya. Oleh karena itu, istana kekaisaran ini disebut Kota Terlarang Ungu, yang kemudian disingkat menjadi Kota Terlarang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....