Mahasiswa Asal Tanjungbalai Raih Lima Penghargaan Internasional di Malaysia
- 06 Agt 2026 10:15 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Mahasiswa UIN Ar-Raniry Banda Aceh asal Kota Tanjungbalai, Ahmad Faris Hidayah Marpaung, mengharumkan nama Indonesia melalui ajang Indonesia Golden Youth Summit (IGYS) 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia. Ia bersama tim berhasil meraih lima penghargaan internasional melalui inovasi bertema Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara, sekaligus Provinsi Aceh yang diwakilinya dalam forum internasional. Ahmad Faris merupakan putra daerah asal Komplek Puri Indah Singosari, Kota Tanjungbalai, serta alumni SD Negeri 130010, MTsN Tanjungbalai, MTs Gubahan Tanjungbalai, dan MAN Tanjungbalai.
Dalam kompetisi tersebut, Ahmad Faris bersama tim mengembangkan inovasi DIGITOX Application Project yang mengangkat SDGs poin ketiga mengenai kesehatan. Proyek tersebut menawarkan solusi berbasis teknologi digital untuk mencegah fenomena doomscrolling yang berdampak terhadap kesehatan mental Generasi Z, Generasi Alpha, dan masyarakat Indonesia.
Atas inovasi tersebut, tim berhasil meraih lima penghargaan internasional. Penghargaan itu meliputi 1st Best Group, 1st Presentation Slide, 1st Most Engaging Group, 1st Active Group, dan 3rd Most Creative Social Media Project.
Ahmad Faris mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil perjuangan panjang yang dijalani bersama tim. Ia menilai kesempatan tampil di forum internasional menjadi bukti bahwa generasi muda dari daerah mampu bersaing di tingkat global.
"Saya percaya bahwa anak daerah tidak kalah dengan siapa pun. Mimpi besar dapat lahir dari kota kecil. Semoga perjuangan ini menjadi motivasi bagi generasi muda Tanjungbalai untuk terus belajar, berkarya, dan mengharumkan nama daerah di panggung dunia," ujarnya, kepada RRI, Rabu, 5 Agustus 2026.
Perjalanan menuju Malaysia tidak berlangsung mudah. Selama beberapa bulan, Ahmad Faris harus mengupayakan sendiri biaya keberangkatan sambil tetap mengikuti perkuliahan Semester Pendek di UIN Ar-Raniry Banda Aceh serta mempersiapkan kompetisi internasional.
Ia mengaku dukungan keluarga, dosen, dan almamater menjadi kekuatan terbesar dalam menyelesaikan seluruh proses tersebut. Meski tanpa dukungan pendanaan pemerintah, seluruh tahapan keberangkatan hingga kepulangan berhasil dilalui dengan semangat dan keyakinan untuk membawa nama daerah ke tingkat internasional.
"Keberhasilan ini saya persembahkan kepada kedua orang tua, keluarga, dosen, almamater UIN Ar-Raniry, masyarakat Tanjungbalai, dan seluruh generasi muda Indonesia. Saya berharap semakin banyak putra-putri daerah memperoleh kesempatan membawa nama Tanjungbalai hingga ke tingkat dunia," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....